KABUL (Arrahmah.id) -- Seorang mantan perwira CIA memprotes dengan adanya foto-foto istri pejabat Taliban atau Imarah Islam Afghanistan (IIA) di paspor diplomatik mereka.
Dilansir Afintl (31/8/2025), agen CIA bernama Sarah Adams mengatakan bahwa adanya foto dalam paspor para istri pejabat IIA itu bertentangan dengan keputusan baru IIA tentang foto perempuan dalam dokumen identitas nasional.
Ia berpendapat bahwa jika perempuan Afghanistan tidak diperbolehkan mencantumkan foto mereka dalam catatan resmi, seharusnya istri pejabat IIA tidak mencantumkan foto mereka di paspor atau akta nikah.
Awal pekan ini, laporan menunjukkan bahwa pemimpin IIA Hibatullah Akhundzada telah mengeluarkan dekrit lisan yang melarang foto perempuan dalam dokumen identitas dan resmi.
Adams mengunggah foto-foto istri diplomat IIA yang diunggah di Rusia, Iran, Kazakhstan, dan Quetta, Pakistan. Ia mengkritik pemerintahan IIA karena mengizinkan IIA menjalankan misi resmi di luar negeri sementara perempuan Afghanistan tetap dikurung di rumah.
"Para perempuan ini bukanlah penonton yang tidak bersalah," tulisnya, menekankan bahwa mereka bebas bepergian bersama suami mereka sementara hak-hak dasar perempuan Afghanistan dirampas. Adams mengatakan ia akan terus merilis foto-foto hingga IIA mencabut pembatasannya.
Pada hari Kamis, Dar al-Ifta IIA, otoritas keagamaan mereka, memutuskan bahwa pencantuman foto perempuan dalam kartu identitas bersifat opsional. Dar al-Ifta menyatakan bahwa foto wajib bagi perempuan Afghanistan yang tinggal di luar negeri, sementara bagi mereka yang berada di Afghanistan, praktik tersebut bertentangan dengan Syariah Islam. (hanoum/arrahmah.id)
