Memuat...

AS Setujui Penjualan Kit Pemandu Bom ke 'Israel' Senilai Rp8,3 Triliun, Klaim untuk Stabilitas Keamanan

Zarah Amala
Rabu, 2 Juli 2025 / 7 Muharam 1447 08:43
AS Setujui Penjualan Kit Pemandu Bom ke 'Israel' Senilai Rp8,3 Triliun, Klaim untuk Stabilitas Keamanan
Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump. (Foto: rekaman video)

WASHINGTON (Arrahmah.id) – Pemerintah Amerika Serikat menyetujui penjualan perangkat kendali bom pintar (guidance kits) senilai 510 juta dolar AS atau sekitar Rp8,3 triliun ke 'Israel', demikian diumumkan Departemen Luar Negeri AS pada Senin (30/6/2025).

Dalam pernyataannya, Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS (DSCA) menjelaskan bahwa Pemerintah 'Israel' mengajukan permintaan pembelian 3.845 unit KMU-558B/B Joint Direct Attack Munition (JDAM) untuk bom jenis BLU-109, serta 3.280 unit KMU-572 F/B JDAM untuk bom MK 82.

Selain perangkat utama, penjualan ini juga mencakup dukungan teknis, logistik, dan rekayasa dari pemerintah AS dan kontraktor swasta, serta elemen dukungan program lainnya.

Dalih Keamanan 'Israel'

DSCA menegaskan bahwa penjualan ini sejalan dengan komitmen AS terhadap keamanan 'Israel'.
“Amerika Serikat berkomitmen untuk menjaga keamanan 'Israel', dan mendukung kemampuannya membangun sistem pertahanan yang kuat dan siap siaga adalah bagian penting dari kepentingan nasional kami,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Kontraktor utama dalam transaksi ini adalah Perusahaan Boeing yang berbasis di Missouri.

Penjualan ini, menurut DSCA, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan 'Israel' dalam menghadapi ancaman saat ini maupun di masa depan, termasuk dalam mempertahankan wilayah, infrastruktur penting, dan pusat-pusat populasi. Selain itu, kerja sama ini akan mempererat interoperabilitas antara militer 'Israel' dan pasukan AS, serta memperkuat modernisasi angkatan bersenjata 'Israel'.

Saat Gaza Dibombardir

Persetujuan ini datang di saat militer 'Israel' terus melancarkan serangan brutal di Jalur Gaza.

Sejak Selasa pagi (1/7), sedikitnya 24 warga Palestina tewas, termasuk 11 warga sipil yang tengah menunggu bantuan kemanusiaan. Di daerah Netzarim, sebelah barat daya Kota Gaza, tentara 'Israel' menyerang warga yang berkumpul di dekat truk bantuan, menewaskan tiga orang dan melukai lebih dari 15 lainnya.

Hanya pada Senin (30/6), setidaknya 97 warga Palestina tewas akibat serangan udara dan tembakan artileri Israel yang menyasar berbagai lokasi, termasuk tempat perlindungan pengungsi.

Di tengah meningkatnya jumlah korban sipil, AS terus mendapat kecaman keras karena tetap memberikan dukungan militer kepada 'Israel'.

Meski kecaman internasional terus bermunculan, tindakan nyata untuk menghentikan kekejaman ini nyaris tidak terlihat.

'Israel' saat ini sedang diselidiki oleh Mahkamah Internasional (ICJ) atas kejahatan genosida. Sejumlah pejabat tinggi, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, juga telah menjadi buronan resmi Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Namun demikian, genosida 'Israel' ini tetap dipertahankan, didanai, dan dilindungi oleh Washington serta sebagian kecil kekuatan Barat lainnya. (zarahamala/arrahmah.id)