WASHINGTON (Arrahmah.id) - Presiden Suriah Ahmad Asy Syaraa mengatakan kepada Fox News bahwa hubungannya dengan kelompok al-Qaeda adalah masa lalu dan tidak dibahas dalam pertemuan pada Senin (10/11/2025) dengan Presiden AS Donald Trump.
"Saya pikir ini adalah masalah masa lalu," kata Asy Syaraa dalam sebuah wawancara yang disiarkan di "Laporan Khusus bersama Bret Baier" di Fox News.
Asy Syaraa mengatakan bahwa diskusi dengan Trump berfokus pada peluang investasi di Suriah sehingga Suriah tidak lagi dipandang sebagai ancaman keamanan, melainkan sebagai sekutu geopolitik.
Asy Syaraa adalah pemimpin Suriah pertama yang mengunjungi Gedung Putih pada Senin sejak kemerdekaan negara Timur Tengah itu pada tahun 1946.
"Dia pemimpin yang sangat kuat. Dia berasal dari tempat yang sangat keras, dan dia orang yang tangguh," kata Trump kepada wartawan setelah pertemuan yang tertutup untuk pers.
"Orang-orang bilang dia punya masa lalu yang kelam, kita semua punya masa lalu yang kelam. Dan saya pikir, sejujurnya, kalau Anda tidak punya masa lalu yang kelam, Anda tidak akan punya kesempatan."
Presiden Suriah juga mengatakan dalam wawancaranya bahwa ia telah menghubungi ibu Austin Tice, seorang reporter AS yang hilang di Suriah, dan bahwa ia akan melakukan segala yang ia bisa untuk mencari informasi tentang jurnalis tersebut. (haninmazaya/arrahmah.id)
