Memuat...

Balas Dendam Dengan Membunuh 250 Anjing, Dua Monyet Ditangkap Polisi India

Hanoum
Rabu, 22 Desember 2021 / 18 Jumadilawal 1443 08:29
Balas Dendam Dengan Membunuh 250 Anjing, Dua Monyet Ditangkap Polisi India
Monyet di India telah melakukan pembunuhan anjing setelah seekor bayi monyet dibunuh oleh sekawanan anjing. [Foto : Suresh Jadhav/ News18/New York Post]

MAHARASHTRA (Arrahmah.com) -- Dua ekor monyet yang terlibat dalam pembunuhan 250 anjing di Beed, Maharashtra, India, ditangkap oleh polisi hutan.

Melansir The Hindustan Times, Ahad (19/12/2021), Sachin Kand, pejabat departemen kehutanaan Beed, mengatakan, monyet-monyet itu terlibat dalam aksi balas dendam terhadap para anjing.

"Dua monyet yang terlibat dalam pembunuhan anjing telah ditangkap oleh tim departemen kehutanan Nagpur di Beed," kata Sachin Kand.

"Kedua monyet tersebut sedang dipindahkan ke Nagpur untuk dilepaskan di hutan terdekat," ujar dia.

Menurut sejumlah laporan, anjing-anjing itu dibunuh sebagai bentuk balas dendam karena beberapa waktu lalu beberapa ekor anjing membunuh seekor bayi monyet di desa Lavool.

Seorang warga desa Lavool mengatakan, para monyet membunuh anjing-anjing itu dengan cara membawa mereka ke tempat tinggi dan melemparkan mereka dari sana.

"Dalam dua-tiga bulan terakhir, ada sejumlah insiden di mana monyet yang berkeliaran di daerah ini menangkap anak-anak anjing dan membawa mereka ke tempat tinggi, lalu melemparkan mereka dari sana," kata warga desa itu.

"Sedikitnya 250 anjing telah dibunuh sejauh ini," lanjut dia.

Melansir Insider (18/12), tindakan monyet-monyet di India melakukan balas dendam terhadap anjing bukan hal yang mustahil terjadi.

Menurut sebuah studi, primata diketahui mampu melakukan balas dendam.

Hal tersebut diungkapkan asisten profesor di SUNY Buffalo, Stephanie Poindexter, yang penelitiannya berfokus pada ekologi perilaku primata.

"Dalam studi primata di penangkaran, dalam kelompok sosial di kebun binatang, kami telah melihat bahwa ketika individu diserang dengan cara tertentu, kemungkinan mereka menyerang individu yang terkait dengan agresor mereka lebih tinggi," kata Poindexter.

"Biasanya, ada preferensi untuk menyerang pihak ketiga yang terkait dengan agresor asli, dibandingkan dengan agresor yang sebenarnya," ujar dia. (hanoum/arrahmah.com)