Memuat...

Belum Sehari Resmi, Patung Jenderal Iran Dibakar Orang Tak Dikenal

Hanoum
Sabtu, 8 Januari 2022 / 6 Jumadilakhir 1443 06:18
Belum Sehari Resmi, Patung Jenderal Iran Dibakar Orang Tak Dikenal
Sebuah patung jenderal Iran Qassem Soleimani telah dibakar beberapa jam setelah diresmikan oleh para pejabat di di Hazrat Qamarbani Hashem Square di kota Shahrekord, Iran. [Foto: Daily Mail]

TEHERAN (Arrahmah.id) -- Sebuah patung yang didirikan untuk menghormati komandan terkenal Iran, Mayor Jenderal Qassem Soleimani, telah dibakar penyerang tak dikenal. Ironisnya, patung sang jenderal diserang hanya beberapa jam setelah diresmikan.

Soleimani, yang memimpin Pasukan Quds—pasukan elite operasi asing Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran—, tewas pada 3 Januari 2020 di Irak.

Dia tewas dalam serangan rudal oleh pesawat tak berawak Amerika Serikat (AS) di bandara Baghdad bersama dengan sekutu Iraknya.

Dilansir Daily Mail (6/1/2022), patung Jenderal Soleimani diresmikan di kota Shahrekord, Iran barat daya. Namun pada malam harinya, patung tersebut dibakar.

Kantor berita ISNA menyebutnya sebagai "tindakan memalukan oleh orang-orang tak dikenal".

“Kejahatan berbahaya ini dilakukan dalam kegelapan, sama seperti kejahatan lain yang dilakukan pada malam hari di bandara Baghdad ketika Soleimani terbunuh," kata ulama senior Mohammad Ali Nekounam dalam sebuah pernyataan yang disiarkan ISNA.

Pihak berwenang Iran telah meresmikan beberapa patung yang didedikasikan untuk Soleimani sejak dia tewas dua tahun lalu, dan potret komandan yang dihormati menghiasi pemandangan di seluruh Iran.

Lembaga penyiaran negara, IRIB, mengutuk serangan terbaru itu sebagai tindakan “menghina”, yang terjadi ketika Iran menandai peringatan kedua pembunuhan Soleimani.

Pada hari Kamis, ribuan orang Iran juga memberikan penghormatan kepada 250 "martir tidak dikenal" yang tewas dalam perang Iran-Irak 1980-1988. Upacara tersebut diadakan di seluruh negeri.

“Kami selalu menderita kehilangan para martir, seperti Haji Qassem (Soleimani), karena mereka semua berjuang di garis depan dengan hati mereka,” kata Ali Asghar, seorang pelayat di Teheran, seperti dikutip AFP (7/1). (hanoum/arrahmah.id)