GAZA (Arrahmah.id) -- Menteri sayap kanan 'Israel', Itamar Ben-Gvir, kembali melontarkan pernyataan mengejutkan. Ia mengatakan bahwa pasukan Zionis harus menembak anak-anak dan keledai di dekat zona demarkasi gencatan senjata yang dikenal sebagai "garis kuning".
Dalam rapat kabinet keamanan 'Israel', seperti dilansir Press TV (26/10/2025), wakil kepala staf militer mengatakan bahwa pasukan 'Israel' diperintahkan untuk menembaki warga Palestina yang melintasi garis tersebut, tetapi harus menangkap anak-anak jika mereka ditemukan di dekatnya.
Menanggapi hal ini, Ben-Gvir mengatakan 'Israel' harus berhenti bersikap belas kasihan dan mulai menembak seorang anak yang menunggang keledai di dekat garis kuning tersebut. Anggota Knesset Dudi Amsalem kemudian bertanya, "Siapa yang harus kita tembak lebih dulu — anak itu atau keledai itu?"
Menteri urusan militer Israel Katz dilaporkan menutup diskusi dengan mengatakan, "Siapa pun yang mendekati pagar harus tahu bahwa mereka mungkin akan terluka."
Apa yang disebut garis kuning, yang ditetapkan berdasarkan rencana 20 poin Presiden AS Donald Trump untuk Gaza, membentang dari Gaza utara hingga pinggiran Rafah di selatan.
Menurut pejabat Gaza, pasukan 'Israel' langsung menembaki setiap penyeberangan Palestina atau bahkan yang mendekati garis tersebut, tanpa peringatan sebelumnya. Batas tersebut tidak ditandai secara jelas, sehingga warga sipil terus-menerus berisiko ditembak karena tanpa sadar memasuki area terlarang yang tidak ditentukan.
Pasukan rezim dilaporkan telah memasang penanda beton kuning setiap 200 meter untuk menandai area yang masih berada di bawah kendali militer selama fase pertama gencatan senjata.
Namun, para pejabat di Gaza mengatakan puing-puing besar yang ditinggalkan oleh pemboman 'Israel' selama berbulan-bulan telah membuat penduduk hampir mustahil untuk bernavigasi dengan aman atau menghindari batas yang baru ditandai. (hanoum/arrahmah.id)
