Memuat...

Benarkah Dibunuh Orang Dalam? Kematian Yasser Abu Syabab Masih Misterius

Zarah Amala
Jumat, 5 Desember 2025 / 15 Jumadilakhir 1447 08:00
Benarkah Dibunuh Orang Dalam? Kematian Yasser Abu Syabab Masih Misterius
Benarkah Dibunuh Orang Dalam? Kematian Yasser Abu Syabab Masih Misterius

GAZA (Arrahmah.id) - Masih menyelimuti misteri cara terbunuhnya pimpinan milisi bersenjata di sebelah timur Rafah, selatan Jalur Gaza, Yasser Abu Shabab. Laporan-laporan yang bocor ke media 'Israel' pun saling bertentangan mengenai bagaimana ia dibunuh dan di mana lokasi kematiannya.

Harian Yedioth Ahronoth, mengutip pejabat keamanan 'Israel', melaporkan bahwa “Yasser Abu Syabab tewas akibat pemukulan hebat dalam sebuah perkelahian dengan anggota kelompoknya sendiri, tampaknya karena perselisihan internal terkait kerja sama dengan 'Israel'.” Surat kabar itu menambahkan bahwa Abu Syabab telah meninggal sebelum tiba di Rumah Sakit Soroka di Be’er Sheva.

Namun Radio Tentara 'Israel' menyampaikan bahwa Rumah Sakit Soroka membantah kabar tersebut: “Ia tidak dibawa ke rumah sakit dan tidak meninggal di tempat kami.”

Yedioth Ahronoth juga menegaskan bahwa aparat keamanan 'Israel' khawatir kematian Abu Syabab justru akan memperkuat posisi Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) di Gaza, sekaligus melemahkan peluang proyek 'Israel' yang bertujuan memanfaatkan kelompok-kelompok milisi sebagai alternatif otoritas keamanan dalam skenario “hari berikutnya”.

Media itu menyebutkan pula bahwa “fenomena saling menyingkirkan secara internal di antara milisi-milisi lokal di Gaza semakin meningkat.”

Di sisi lain, Radio Tentara 'Israel' menyatakan bahwa penilaian di kalangan 'Israel' menunjukkan bahwa Abu Syabab “dihabisi oleh salah satu anak buahnya sendiri.”

Seorang sumber mengatakan kepada radio tersebut bahwa kematiannya merupakan “perkembangan buruk bagi 'Israel'.”

Sementara itu, Channel 12 Israel mengutip seorang pejabat keamanan lain yang mengatakan bahwa “Abu Syabab meninggal di Rumah Sakit Soroka akibat luka-luka yang ia derita setelah perselisihan internal di dalam keluarganya.”

Pada saat yang sama, apa yang disebut sebagai “Pasukan Populer di Gaza” merilis pernyataan duka atas kematian Abu Syabab, menegaskan bahwa ia tewas “akibat luka yang dialami ketika melerai sengketa antara anggota keluarga Abu Sunaymah.” Mereka membantah bahwa Abu Syabab dibunuh oleh Hamas.

Reporter Al Jazeera, Fatima Khamaisi, sebelumnya menyampaikan bahwa media 'Israel' mengatakan Abu Syabab dibunuh oleh para pejuang Hamas. Radio Tentara 'Israel' mengutip seorang sumber militer yang mengatakan bahwa Hamas memiliki informasi intelijen tentang Abu Syabab yang dikumpulkan dari sumber-sumber terdekatnya.

Reporter tersebut juga menyebutkan bahwa Abu Syabab berada di kawasan Rafah, selatan Jalur Gaza, dan bekerja sama dengan tentara pendudukan 'Israel' yang menaruh harapan besar padanya untuk membangun sebuah model pemerintahan di Rafah yang terpisah dari pihak-pihak yang dianggap dekat dengan Hamas, sebuah upaya yang mendapat penolakan luas dari masyarakat Palestina. Meski demikian, pasukan pendudukan memberi perlindungan dan payung keamanan bagi Abu Syabab.

Diperkirakan wakilnya, Ghassan al-Dahini, akan menggantikan posisi komando milisi bersenjata tersebut.

Yasser Abu Syabab adalah warga Palestina yang lahir pada 1990 di Rafah, selatan Jalur Gaza. Ia berasal dari kabilah al-Tarabin, dan pernah ditahan sebelum 7 Oktober 2023 atas tuduhan kriminal. Ia kemudian dibebaskan setelah 'Israel' membombardir markas-markas aparat keamanan.

Namanya mulai mencuat setelah Brigade Izzuddin al-Qassam menargetkan sebuah unit “mista’arivim” (pasukan penyamar 'Israel') di timur Rafah pada 30 Mei 2025, dan diketahui bahwa bersama unit tersebut terdapat sekelompok agen yang direkrut untuk kepentingan 'Israel' dan berafiliasi langsung dengan apa yang disebut perlawanan sebagai “kelompok Yasser Abu Syabab.” (zarahamala/arrahmah.id)