TEL AVIV (Arrahmah.id) -- 'Israel' dilaporkan sedang mempertimbangkan tindakan balasan terhadap Inggris atas rencana pengakuannya terhadap negara Palestina. Ini termasuk potensi penangguhan pembagian informasi intelijen oleh 'Israel pada Inggris'.
Dilansir The Times (7/8/2025), satu sumber diplomatik, yang tampaknya berbicara atas nama pemerintah 'Israel', memperingatkan, “Inggris akan kehilangan banyak hal jika pemerintah 'Israel' memutuskan mengambil langkah-langkah sebagai tanggapan."
Pejabat tersebut memperingatkan, “Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu dan kabinetnya juga memiliki kartu yang bisa mereka mainkan."
'Israel' mengecam niat pemerintah Inggris mengakui negara Palestina bulan depan kecuali jika kondisi kemanusiaan di Gaza membaik secara signifikan.
Kritikus 'Israel' menuduh kebijakannya di Gaza dirancang untuk membuat daerah kantong itu tidak layak huni, memaksa warga sipil untuk melarikan diri atau menghadapi kematian.
The Times melaporkan memburuknya kerja sama keamanan Inggris-'Israel' dapat berdampak buruk bagi kedua negara.
Surat kabar tersebut menyatakan badan intelijen Mossad 'Israel' telah memberikan informasi berharga kepada rekan-rekan Inggrisnya, termasuk intelijen yang dilaporkan membantu menggagalkan dugaan rencana yang menargetkan Kedutaan Besar Israel di London.
Inggris juga menggunakan drone pengintai buatan 'Israel' dalam operasi militer.
Di sisi lain, 'Israel' menerima suku cadang untuk armada jet tempur F-35-nya dari Inggris. Karena ekspor pertahanan 'Israel' ke Inggris secara signifikan melebihi impornya, gangguan dalam perdagangan akan lebih merugikan 'Israel' secara ekonomi.
Para pakar keamanan yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa 'Israel' kemungkinan besar tidak akan mengambil tindakan drastis, sementara seorang juru bicara pemerintah Inggris menolak berkomentar mengenai "spekulasi anonim tentang masalah intelijen."
Sejak eskalasi terbaru konflik Timur Tengah pada akhir 2023, beberapa negara telah mengakui kenegaraan Palestina atau mengumumkan rencana melakukannya pada sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa bulan depan.
Pekan ini, kabinet keamanan 'Israel' menyetujui rencana pendudukan militer Kota Gaza, yang berpotensi mengarah pada pengambilalihan penuh wilayah tersebut. (hanoum/arrahmah.id)
