(Arrahmah.id) - Gerhana bulan "blood moon" yang langka terlihat pada Ahad (7/9/2025) di beberapa negara Arab, menarik banyak orang dan di beberapa tempat menggelar salat Khusuf.
Siaran pemerintah Arab Saudi, Al-Ekhbariya, melaporkan bahwa kerajaan tersebut menyaksikan gerhana bulan terpanjang sejak 2018.
Para jamaah melaksanakan salat Khusuf, yang secara tradisional dilakukan saat gerhana, di Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Di Mesir, Observatorium Helwan menyiarkan langsung peristiwa tersebut, sementara Masjid-masjid di seluruh Kairo menyelenggarakan salat. Fenomena ini juga menarik perhatian publik yang luas di Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Oman.
Di ibu kota Yordania, Amman, ribuan penduduk berkumpul di luar ruangan untuk menyaksikan tontonan tersebut.
"Blood moon" adalah nama umum untuk gerhana bulan total. Selama peristiwa ini, Bumi berada tepat di antara Matahari dan bulan, menghalangi sinar matahari langsung dan membuat bulan berada dalam bayangan Bumi.
Atmosfer bumi menyebarkan panjang gelombang sinar matahari yang lebih pendek dan berwarna biru, sehingga gelombang yang lebih panjang dan berwarna merah dapat melewatinya dan menerangi permukaan bulan, sehingga permukaannya tampak kemerahan atau kemerah-merahan. (haninmazaya/arrahmah.id)
