Memuat...

Brigade Al-Qassam Terus Mencari Jenazah Tawanan Demi Janji Gencatan Senjata

Zarah Amala
Jumat, 17 Oktober 2025 / 26 Rabiulakhir 1447 10:30
Brigade Al-Qassam Terus Mencari Jenazah Tawanan Demi Janji Gencatan Senjata
Foto: tangkapan video

GAZA (Arrahmah.id) - Al Jazeera menayangkan rekaman eksklusif yang memperlihatkan anggota Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, tengah melakukan penggalian di bawah reruntuhan di Khan Yunis, Gaza selatan. Mereka mencari jasad para tawanan 'Israel' yang diyakini terkubur akibat serangan udara brutal sebelumnya, sebuah pemandangan yang menggambarkan betapa rumitnya pelaksanaan perjanjian gencatan senjata yang baru saja disepakati.

Sementara itu, 'Israel' terus mengancam akan melanjutkan operasi militernya jika Hamas gagal memenuhi semua poin dalam kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 11 Oktober. Poin paling sensitif adalah pengembalian sisa jasad tawanan 'Israel' yang masih belum ditemukan.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump justru menunjukkan optimisme. Dalam pernyataannya Rabu malam (15/10/2025), Trump mengatakan bahwa Hamas memang sedang mencari jasad-jasad tersebut, sebagian besar terkubur di bawah puing-puing akibat pengeboman. Ia mengaku percaya proses ini akan berjalan baik, meskipun Tel Aviv masih dipenuhi kecurigaan.

Dalam pernyataan resminya, Hamas menegaskan bahwa pihaknya telah menyerahkan semua tawanan hidup dan jasad yang berhasil dievakuasi. Namun, 18 jasad lainnya masih sulit ditemukan karena lokasi-lokasi itu porak poranda oleh bom 'Israel', sehingga memerlukan alat berat dan bantuan teknis khusus.

Hamas juga menuding bahwa sebagian tawanan itu justru tewas dalam serangan udara 'Israel' di lokasi yang Tel Aviv sendiri tahu ada warganya di sana. Ironisnya, kini mereka menuntut Hamas untuk menemukan jasad yang mereka sendiri bunuh.

Kesulitan pencarian ini tak bisa dilepaskan dari tingkat kehancuran dahsyat akibat agresi 'Israel'. Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, sejak 7 Oktober 2023, jumlah korban mencapai 70 ribu syahid dan lebih dari 170 ribu luka-luka, sementara ribuan lainnya masih terkubur di bawah reruntuhan.

Bahkan sejak gencatan senjata dimulai, masih tercatat 23 korban syahid baru dan 122 luka-luka, serta 381 jasad berhasil dievakuasi dari puing-puing.

Kementerian juga mengumumkan bahwa pihaknya telah menerima dari 'Israel' 120 jenazah warga Palestina tak dikenal.

Dalam fase pertama pertukaran tawanan yang digagas Trump, Hamas telah membebaskan 20 tawanan hidup dan menyerahkan 10 jasad. Sebagai gantinya, 'Israel' membebaskan 250 tahanan Palestina seumur hidup, serta 1.718 warga Gaza yang ditangkap setelah 7 Oktober.  (zarahamala/arrahmah.id)