Memuat...

Cuaca Musim Dingin Memperparah Krisis Kemanusiaan di Gaza

Zarah Amala
Rabu, 26 November 2025 / 6 Jumadilakhir 1447 10:00
Cuaca Musim Dingin Memperparah Krisis Kemanusiaan di Gaza
Cuaca Musim Dingin Memperparah Krisis Kemanusiaan di Gaza

GAZA (Arrahmah.id) - Cuaca musim dingin yang ekstrem semakin memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza, dengan hujan lebat menyebabkan banjir pada tenda-tenda yang menjadi tempat tinggal warga Palestina yang mengungsi.

Di kawasan Al-Mawasi, Khan Yunis, sejumlah tenda hancur diterjang hujan, sementara lainnya terbang terbawa angin kencang, menurut laporan kantor berita Anadolu, Selasa (25/11/2025).

“Situasi di kota ini benar-benar sangat buruk akibat hancurnya sebagian besar jalan, jaringan air, dan saluran pembuangan oleh perang yang dilakukan 'Israel',” kata juru bicara Kota Khan Yunis, Saib Luqan, kepada Anadolu.

Menurut otoritas lokal, tentara 'Israel' telah menghancurkan 220.000 meter linear jaringan jalan dalam dua tahun terakhir.

Luqan mengatakan hampir 900.000 penduduk Khan Yunis kini menghadapi kondisi yang “tragis dan suram” akibat cuaca buruk tersebut.

Ia menambahkan bahwa tim kota bekerja dengan peralatan yang sangat minim untuk membantu para pengungsi yang terdampak.

Koresponden Al Mayadeen di Gaza juga melaporkan bahwa puluhan tenda tempat tinggal keluarga pengungsi terendam banjir, memaksa mereka mengungsi kembali dan membuat ratusan ribu orang berada dalam risiko lebih besar.

Ia mengatakan bahwa tenda-tenda darurat tersebut tidak mampu menahan cuaca musim dingin yang keras, sementara banjir juga membuat fasilitas kesehatan yang sudah sangat kewalahan semakin lumpuh.

Di Khan Yunis, ruang operasi dan koridor rumah sakit dipenuhi air hujan, menghambat upaya penanganan gawat darurat, menurut Al Mayadeen.

Pada Selasa (25/11), UNRWA memperingatkan bahwa “kondisi musim dingin yang keras, ditambah dengan kehancuran dan pengungsian, meningkatkan risiko infeksi dan penyakit.”

Lembaga PBB tersebut menegaskan bahwa warga “tinggal dalam kondisi dingin dan sanitasi yang buruk” tanpa tempat tinggal yang layak.

“Semua ini bisa dicegah dengan masuknya bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, termasuk pasokan medis dan perlengkapan tempat tinggal,” kata UNRWA.

UNRWA juga menegaskan bahwa akses terhadap air bersih “tetap menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak” di Gaza.

Menanggapi krisis yang semakin parah, juru bicara Hamas Hazem Qassem mengeluarkan pernyataan yang mengecam minimnya aksi nyata dunia Arab dan komunitas internasional, menurut Al Mayadeen.

“Gaza kembali tenggelam dalam tenda-tenda karena hujan,” kata Qassem. “Segala upaya dunia gagal meredakan bencana ini akibat blokade 'Israel', dan sistem Arab serta Islam pun tidak mampu membantu Gaza meski telah ada resolusi dari Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam.”

Ia menyeru komunitas Arab, Muslim, dan dunia internasional untuk bertindak,“Gaza memiliki hak atas kalian. Jangan biarkan ia menghadapi bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, sebagaimana sebelumnya ia dibiarkan menghadapi genosida.”

Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, 1,5 juta warga Palestina kini mengungsi, hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dengan akses minim terhadap kebutuhan dasar serta layanan vital yang sangat terbatas akibat blokade 'Israel' yang terus berlanjut. (zarahamala/arrahmah.id)