Memuat...

Dari Pelanggaran Gencatan Senjata Gaza Hingga Kedaulatan Ekonomi Eropa, Sorotan Pers Dunia Pekan Ini

Zarah Amala
Jumat, 13 Februari 2026 / 26 Syakban 1447 10:33
Dari Pelanggaran Gencatan Senjata Gaza Hingga Kedaulatan Ekonomi Eropa, Sorotan Pers Dunia Pekan Ini
Pelanggaran gencatan senjata Gaza dan krisis ekonomi Eropa jadi sorotan (Al Jazeera)

GAZA (Arrahmah.id) - Eskalasi kekerasan di wilayah Palestina yang diduduki, perdebatan mengenai efektivitas konfrontasi dengan Iran, serta kekhawatiran krisis ekonomi di Eropa menjadi sorotan utama berbagai media internasional pekan ini.

Surat kabar Amerika Serikat, The Wall Street Journal (WSJ), menyoroti lonjakan serangan di Jalur Gaza sepanjang Januari 2026. Meskipun kesepakatan gencatan senjata tahap pertama telah berlaku sejak 10 Oktober lalu, data menunjukkan bahwa 'Israel' telah melancarkan lebih dari 370 serangan udara dan pengeboman, jumlah tertinggi sejak jeda kemanusiaan dimulai.

WSJ melaporkan bahwa aksi saling tuding antara 'Israel' dan Hamas terkait pelanggaran gencatan senjata kini menghambat transisi menuju tahap kedua dari rencana perdamaian yang diusulkan Presiden AS Donald Trump. Analis menilai Tel Aviv tengah berupaya melemahkan kekuatan Hamas di lapangan sambil tetap mempertahankan kerangka diplomatik gencatan senjata.

Ketegangan di Tepi Barat dan Reaksi Global

Dari London, The Guardian melaporkan kemarahan internasional atas langkah 'Israel' yang memperluas kendali di wilayah-wilayah yang seharusnya berada di bawah administrasi otoritas Palestina di Tepi Barat.

Washington secara resmi menyatakan penolakannya terhadap aneksasi wilayah tersebut, sementara Uni Eropa menyebut langkah 'Israel' sebagai "arah yang salah." Uni Eropa menegaskan bahwa opsi sanksi masih dipertimbangkan, terutama karena pengaruh Otoritas Palestina kian merosot akibat krisis pendanaan dan perluasan permukiman ilegal yang masif.

Di 'Israel', surat kabar Haaretz melalui kolom kritis Gideon Levy mempertanyakan kegunaan konfrontasi militer 'Israel'-AS terhadap Iran. Levy berpendapat bahwa bertahannya rezim Teheran di bawah tekanan berat membuktikan kegagalan kekuatan militer dalam mencapai tujuan strategis.

Ia memperingatkan bahwa pengulangan serangan hanya akan membawa kerugian besar tanpa hasil yang menentukan, serupa dengan pengalaman pahit di Gaza. Levy juga menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menganggap "keberhasilan" hanya jika berhasil mendorong Washington ke medan perang, sementara perjanjian politik apa pun dianggap sebagai kegagalan.

Di tingkat global, harian Prancis Le Monde mendesak negara-negara Eropa untuk segera mengatasi perpecahan internal guna menghadapi tantangan ekonomi yang kian berat. Media tersebut memperingatkan adanya gelombang penurunan industri dan hilangnya kedaulatan ekonomi Eropa di tengah persaingan ketat dengan Tiongkok dan tekanan kebijakan Amerika Serikat.

Sementara itu, dari ranah domestik AS, The New York Times menyoroti langkah Partai Demokrat yang menuntut transparansi dari pemerintahan Trump terkait pengelolaan pendapatan minyak Venezuela. Demokrat menganggap pengelolaan dana tersebut di luar pengawasan Kongres sebagai bentuk pelanggaran hukum. (zarahamala/arrahmah.id)

IranHeadlinePalestinaGazapers duniakrisis ekonomi eropa