Memuat...

Hanafi: Perang dan Campur Tangan Tidak Menguntungkan Siapa Pun

Hanin Mazaya
Jumat, 13 Februari 2026 / 26 Syakban 1447 18:23
Hanafi: Perang dan Campur Tangan Tidak Menguntungkan Siapa Pun
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Para pejabat senior Imarah Islam Afghanistan pada Kamis (12/2/2026), dalam sebuah acara di Kabul, menekankan pentingnya menjaga hubungan positif dengan komunitas internasional.

Wakil Perdana Menteri Bidang Ekonomi Mullah Abdul Ghani Baradar menyatakan bahwa keterlibatan konstruktif dengan Afghanistan adalah kebutuhan saat ini. Ia menyerukan kepada negara-negara regional dan global untuk tidak mengorbankan peluang pembangunan regional demi agenda politik yang merusak.

“Keterlibatan positif dengan Afghanistan adalah kebutuhan saat ini, dan penguatan konektivitas regional dan global serta mengejar tujuan pembangunan bersama merupakan pilar penting. Mengabaikan kenyataan ini melemahkan upaya untuk mencapai tujuan bersama dan sengaja menyia-nyiakan peluang potensial yang ada,” kata Baradar, seperti dilansir Tolo News.

Dalam bagian lain dari pidatonya, Baradar mengatakan bahwa Afghanistan sebelumnya terpecah berdasarkan garis etnis dan politik regional. Menurutnya, Imarah Islam sedang berupaya untuk menyatukan rakyat Afghanistan di bawah satu platform Islam dan nasional.

“Kami tidak menghalangi siapa pun, dan kapasitas Imarah Islam tidak begitu terbatas sehingga akan memperlakukan setiap masalah individu dan kecil sebagai masalah besar,” tambahnya.

Wakil Perdana Menteri Bidang Administrasi Abdul Salam Hanafi juga berbicara pada acara tersebut, memperingatkan bahwa perang dan campur tangan dalam urusan satu sama lain tidak menguntungkan pihak mana pun.

“Kita harus bergerak maju berdasarkan pendekatan saling menguntungkan, bukan kebijakan menang-kalah. Strategi menang-kalah tidak pernah menghasilkan hasil positif. Anda harus berkembang, dan kita harus berkembang. Kita tidak memiliki masalah dengan negara-negara tetangga kita,” kata Hanafi.

Penekanan para pejabat pada hubungan baik dengan negara-negara tetangga dan regional ini terjadi pada saat ketegangan antara Kabul dan Islamabad masih berlanjut.  (haninmazaya/arrahmah.id)

Imarah Islam Afghanistan