Memuat...

Data Mata-mata dan Pasukan Khusus Inggris di Afghanistan Bocor

Hanoum
Sabtu, 19 Juli 2025 / 24 Muharam 1447 04:35
Data Mata-mata dan Pasukan Khusus Inggris di Afghanistan Bocor
Foto ilustrasi. [Foto: Metro]

KABUL (Arrahmah.id) -- Kebocoran data yang tak disengaja mengungkap identitas ribuan warga Afghanistan yang menjadi mata-mata Inggris selama hampir 20 tahun pendudukan yang dilakukan pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) di negara Asia tersebut.

Keadaan itu dinilai akan membuat nyawa mereka terancam karena berpotensi ditangkap Taliban atau Imarah Islam Afghanistan (IIA), yang kini kembali berkuasa di Afghanistan.

Selain mereka, identitas lebih dari 100 pejabat Inggris, termasuk anggota pasukan khusus dan MI6, juga bocor.

Dampak dari kebocoran data tersebut dirahasiakan atas perintah pengadilan hingga Kamis (18/7/2025), saat instruksi itu dicabut sebagian oleh hakim pengadilan tinggi.

Hal itu memungkinkan media mengetahui bahwa catatan kasus terperinci dalam basis data tersebut juga berisi data pribadi rahasia pasukan khusus dan mata-mata Inggris.

Dilansir BBC (18/7/2025), pemerintah Inggris mengakui pada Selasa (15/7), bahwa data hampir 19.000 warga Afghanistan yang bekerja dengan Inggris selama 20 tahun pendudukan pasukan pimpinan AS, dan yang telah mengajukan permohonan menetap di Inggris, telah bocor secara tak disengaja.

Banyak dari mereka yang dinilai berisiko mengalami cedera serius, atau bahkan kematian karena IIA berupaya membalas mereka yang bekerja sama dengan pemerintah Inggris selama perang berlangsung.

Keadaan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa informasi itu dilindungi oleh apa yang disebut sebagai “super injuction”, semacam perintah pembungkaman yang mencegah pelaporan, bahkan terhadap keberadaan perintah tersebut. (hanoum/arrahmah.id)