GAZA (Arrahmah.id) - Delegasi pimpinan dari Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) pada hari Minggu bertemu dengan Kepala Intelijen Mesir di Kairo untuk membahas tahap kedua dari perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza.
Dalam sebuah pernyataan, Hamas menyebut bahwa delegasi yang dipimpin Ketua Dewan Kepemimpinan Hamas, Mohamed Darwish, mengadakan pertemuan dengan Menteri Hassan Rashad, Kepala Intelijen Mesir. Pertemuan tersebut membahas perkembangan pelaksanaan gencatan senjata, situasi umum di Gaza, serta rincian terkait tahap kedua dari perjanjian tersebut.
Hamas menegaskan komitmennya untuk melaksanakan tahap pertama perjanjian, sambil memperingatkan bahwa “pelanggaran berkelanjutan oleh Israel” dapat mengancam kelangsungan kesepakatan. Gerakan tersebut juga menekankan pentingnya mekanisme jelas yang diawasi para mediator untuk menghentikan pelanggaran tersebut.
Delegasi Hamas juga membahas langkah-langkah penyelesaian masalah para pejuang di Rafah secara mendesak melalui upaya para mediator dengan berbagai pihak, terutama karena komunikasi dengan para pejuang tersebut saat ini terputus.
Seorang pejabat Hamas sebelumnya mengatakan kepada Al Jazeera Net bahwa prioritas delegasi adalah mencapai cara untuk mencegah eskalasi agresi 'Israel' di Gaza, setelah tercatat 497 pelanggaran sejak gencatan senjata diberlakukan, yang menyebabkan 342 warga Palestina syahid.
Menurut pejabat itu, agenda delegasi juga mencakup meminta penjelasan mengenai sejumlah isu yang berkaitan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, yang terkait dengan rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang 'Israel' di Gaza dan telah disahkan pada 17 November lalu.
Hingga kini, pemerintah 'Israel' belum mematuhi kewajiban membuka Perlintasan Rafah untuk pergerakan orang dan barang. Bantuan kemanusiaan pun belum masuk dalam jumlah yang memadai seperti yang diatur dalam protokol kemanusiaan perjanjian tersebut. Selain itu, tentara 'Israel' terus melampaui batas garis kuning dan melakukan penghancuran bangunan permukiman di wilayah yang mereka kuasai. (zarahamala/arrahmah.id)
