Memuat...

Demo Pro-Palestina Berujung Maut, Pakistan Bantai 15 Pendemo Hingga Tewas

Hanoum
Selasa, 14 Oktober 2025 / 23 Rabiulakhir 1447 04:01
Demo Pro-Palestina Berujung Maut, Pakistan Bantai 15 Pendemo Hingga Tewas
Tangkapan layar korban pemburan aksi Pro=Palestina oleh polisi Pakistan, pada 13 Oktober 2025. [Foto: X]

PUNJAB (Arrahmah.id) -- Kepolisian Punjab Pakistan melancarkan tindakan brutal terhadap pengunjuk rasa Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP) yang melakukan aksi pro-Palestina di Muridke. Tidak kurang 15 orang tewas puluhan orang lainya terluka usai polisi menggunaan pentungan dan menembakkan gas air mata saat aksi berlangsung.

Dilansir India Today (13/10/2025), paramiliter Pakistan Rangers dilaporkan terlibat ikut bentrok dengan aktivis TLP. Para pengunjuk rasa menuduh paramiliter tersebut menggunakan senjata canggih untuk melawan mereka.

Menurut Kepolisian Punjab, setidaknya tiga pengunjuk rasa tewas ketika polisi melepaskan tembakan untuk membubarkan mereka. Seorang polisi juga tewas dalam bentrokan tersebut. Namun, laporan media lokal dan keterangan saksi mata menunjukkan jumlah korban tewas sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.

"Ketika operasi pembubaran dimulai, para pekerja Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP) melakukan pelemparan batu, menggunakan tongkat berduri, dan bom molotov. Selanjutnya, mereka terlibat dalam penembakan membabi buta, yang mengakibatkan hilangnya nyawa warga sipil dan personel penegak hukum," demikian pernyataan Kepolisian Punjab dalam sebuah unggahan di X.

Menurut laporan, pimpinan TLP tidak menunjukkan indikasi akan mundur dari konfrontasi tersebut.

Kerusuhan tersebut terjadi setelah meningkatnya ketegangan selama berhari-hari di Provinsi Punjab, Pakistan. Pekan lalu, bentrokan sengit pecah di Lahore ketika polisi berusaha mencegah TLP maju menuju ibu kota untuk unjuk rasa pro-Palestina yang direncanakan. Kelompok tersebut menuduh polisi menembak tanpa pandang bulu, mengklaim 11 anggotanya tewas dan lebih dari 50 orang terluka.

Sebuah video viral dari protes tersebut merekam suara tembakan ketika seorang pemimpin TLP berkata, "11 anggota TLP telah tewas sejak pagi. Penembakan dan penembakan terus menerus terjadi."

Protes, yang dimulai pada 9 Oktober atas serangan udara 'Israel' di Gaza, meningkat pada 11 Oktober. Polisi menembakkan gas air mata dan memukuli demonstran dengan tongkat, sementara para demonstran membalas dengan batu. Media Pakistan melaporkan bahwa puluhan petugas juga terluka dalam bentrokan tersebut.

"Penangkapan bukan masalah, peluru bukan masalah, granat bukan masalah - mati syahid adalah takdir kami," kata ketua TLP kepada para demonstran di Lahore saat salat Jumat.

Menteri Pakistan, Talal Chaudhry, mengecam TLP, menuduh kelompok tersebut mengeksploitasi krisis Gaza untuk "keuntungan politik" dan menegaskan kembali bahwa pemerintah tidak akan menoleransi kekerasan atau paksaan oleh organisasi mana pun.

Layanan data seluler sebagian telah dipulihkan di Rawalpindi dan Islamabad seiring dengan dimulainya negosiasi dengan pimpinan TLP di Lahore. Sementara itu, pihak berwenang telah menahan sekitar 170 orang yang terkait dengan TLP di divisi Sahiwal di bawah Pemeliharaan Ketertiban Umum (MPO), lapor Dawn.

Para pejabat mengatakan bahwa aparat penegak hukum dua kali menghentikan pendukung TLP untuk maju melewati Muridke pada hari Minggu, dengan mengerahkan kontingen polisi besar dari empat distrik di sekitar prosesi utama. TLP telah tiba di Muridke pada hari Sabtu dan melakukan aksi duduk setelah pihak berwenang menggali parit yang luas untuk memblokir rute akses. (hanoum/arrahmah.id)