Memuat...

Di Monas, Ustaz Das’ad Latif Serukan Boikot Produk “Israel” dan Ajak Hijrah Ekonomi

Samir Musa
Ahad, 3 Agustus 2025 / 10 Safar 1447 18:26
Di Monas, Ustaz Das’ad Latif Serukan Boikot Produk “Israel” dan Ajak Hijrah Ekonomi
Dari kiri ke kanan, Ustaz Ahmad Isrofiel, Ustaz Das'ad Larief, Ustaz Abdul Somad, Prof. Din, dan Menlu RI, Sugiono

JAKARTA (Arrahmah.id) — Ribuan massa tumpah ruah memenuhi kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Ahad pagi (3/8/2025) dalam Aksi Akbar Bersatu Padu Selamatkan Gaza yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP).

Dalam aksi solidaritas yang berlangsung damai dan penuh semangat keimanan itu, Ustaz Das’ad Latif tampil lantang menyuarakan seruan untuk memboikot produk-produk yang terafiliasi dengan penjajahan “Israel” dan menyerukan hijrah ekonomi umat.

"Alhamdulillah karena kecintaan kita kepada Palestina, kita hadir di sini!" seru Ustaz Das’ad di hadapan lautan manusia yang mengangkat bendera Palestina dan meneriakkan takbir.

Ia menegaskan bahwa keimanan kepada Allah mengharuskan pembelaan terhadap kaum Muslimin yang tertindas, khususnya rakyat Palestina yang hingga kini menghadapi genosida brutal oleh penjajah Zionis.
"Kalau kau beriman pada Allah, kenapa engkau tidak datang ke aksi bela Palestina?!" ujarnya menggugah.

Ustaz Das’ad juga mengingatkan bahwa rasa sakit umat di Gaza harus turut dirasakan oleh umat Islam di seluruh dunia. “Mereka dizalimi, kita tidak boleh tinggal diam. Meskipun mereka jauh, tapi mereka saudara kita dalam iman,” tegasnya.

Dalam orasinya, ia menekankan pentingnya hijrah ekonomi sebagai bentuk nyata perlawanan.
"Berhenti kau menggunakan produk-produk Yahudi. Ini jihad ekonomi! Ini medan tempur ibu-ibu di pasar!" katanya. “Kita suka ayam goreng? Hijrah ke ayam goreng tetangga! Jangan pakai sabun Yahudi! Pakai produk dalam negeri!”

Tak hanya boikot, Ustaz Das’ad juga menyerukan sedekah sebagai bentuk jihad finansial untuk membela Palestina.
"Ayo bersedekah! Itu bagian dari jihad. Adakah orang yang bantu Palestina lalu bangkrut? Tidak ada!" serunya yang langsung disambut pekikan takbir dari massa aksi.

Aksi ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, ormas Islam, aktivis kemanusiaan, serta para tokoh nasional yang menyuarakan penghentian penjajahan “Israel” dan pembukaan akses bantuan ke Gaza yang terkepung.

(Samirmusa/arrahmah.id)