Memuat...

Diduga Pakai Senjata Kimia pada Demonstran, Iran Dituding Lakukan Tindakan Represi Mematikan

Hanoum
Senin, 19 Januari 2026 / 1 Syakban 1447 05:03
Diduga Pakai Senjata Kimia pada Demonstran, Iran Dituding Lakukan Tindakan Represi Mematikan
Tangkapan layar aparat keamanan Iran menggunakan baju hazard dan masker saat membubarkan demonstran. [Foto: X]

TEHERAN (Arrahmah.id) -- Pasukan keamanan Iran dituduh menggunakan agen kimia beracun dan zat berbahaya dalam upaya membubarkan demonstrasi anti-pemerintah yang menyebar ke puluhan kota sejak akhir Desember 2025, menurut laporan The Jerusalem Post (17/1/2026).

Laporan yang juga dibahas di jaringan berita Inggris GB News tersebut menyebut bahwa ada “bahan kimia beracun” yang digunakan terhadap para demonstran sehingga menyebabkan reaksi kesehatan tertunda dan beberapa korban meninggal beberapa hari kemudian setelah terpapar.

Saksi yang diwawancarai dalam laporan itu mengatakan gejala paparan tersebut bukan reaksi instan, tetapi menyebabkan kerusakan serius pada sistem kesehatan demonstran.

Anggota Partai Buruh Inggris Bill Esterson, yang mempresentasikan temuan itu, mengatakan bahwa laporan itu bersifat credible meskipun belum dikonfirmasi oleh intelijen Barat.

Diskusi publik di Inggris menunjukkan kekhawatiran bahwa penggunaan zat tersebut mengingatkan pada penggunaan gas berbahaya dalam konflik sebelumnya di kawasan, meskipun bukti independen belum muncul.

Selain tuduhan penggunaan agen kimia, organisasi HAM internasional telah mendokumentasikan penggunaan kekuatan mematikan yang luas oleh pasukan keamanan Iran dalam menanggapi protes.

Data kelompok pemantau menunjukkan ribuan kematian selama beberapa pekan terakhir akibat tembakan langsung dari militer dan unit paramiliter seperti Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) dan milisi Basij, serta bentrokan yang terjadi di sejumlah kota termasuk Teheran, Abadan, dan Isfahan.

Sebelumnya, dugaan penggunaan gas beracun oleh otoritas Iran juga muncul dalam banyak petisi dan laporan masyarakat sipil di luar negeri yang memperingatkan tentang kemungkinan paparan bahan kimia berbahaya terhadap demonstran, termasuk perempuan dan anak-anak. Namun, hingga kini klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh lembaga internasional atau badan investigasi resmi.

Pemerintah Iran belum memberikan respons resmi terhadap tuduhan penggunaan senjata kimia atau zat beracun dalam penanganan demonstrasi.

Otoritas Teheran cenderung menyebut aksi protes itu sebagai tindakan kekerasan yang dikendalikan oleh aktor asing dan menyalahkan pihak luar atas kerusuhan domestik.

Kelompok hak asasi dan Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyerukan penyelidikan menyeluruh dan transparan terhadap tuduhan represi kekerasan, sekaligus meminta Teheran untuk menghormati hak kebebasan berekspresi. (hanoum/arrahmah.id)

 

 

IranHeadlinesenjata kimiademonstrasiprotes