Memuat...

Spanyol Bantah Klaim Gedung Putih, Tegaskan Tetap Tolak Fasilitasi Perang AS Lawan Iran

Zarah Amala
Kamis, 5 Maret 2026 / 16 Ramadan 1447 10:03
Spanyol Bantah Klaim Gedung Putih, Tegaskan Tetap Tolak Fasilitasi Perang AS Lawan Iran
José Manuel Álvarez: Posisi Spanyol tidak berubah sedikit pun (Eropa)

MADRID (Arrahmah.id) - Pemerintah Spanyol secara resmi membantah pernyataan Gedung Putih yang mengeklaim bahwa Madrid telah setuju untuk bekerja sama dengan militer Amerika Serikat dalam perang melawan Iran. Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, menegaskan bahwa posisi negaranya tidak berubah satu inci pun dan tetap menolak penggunaan pangkalan militernya untuk serangan udara tersebut.

Ketegangan ini memuncak pada Rabu (4/3/2026) setelah juru bicara Gedung Putih, Caroline, menyatakan bahwa Spanyol telah memahami pesan Presiden Donald Trump dan setuju untuk berkoordinasi dengan militer AS. Klaim Washington ini muncul hanya sehari setelah Trump mengancam akan memberlakukan embargo perdagangan terhadap Madrid sebagai balasan atas penutupan akses pangkalan udara Morón dan pangkalan laut Rota di Spanyol Selatan.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, dalam pidato televisinya pada Rabu (4/3), mengkritik keras operasi militer AS-Israel di Iran yang disebutnya sebagai intervensi berbahaya dan tidak dapat dibenarkan. Sánchez menyamakan perang di Timur Tengah saat ini dengan "Russian Roulette" yang mempertaruhkan jutaan nyawa. Ia menegaskan Spanyol tidak akan menjadi kaki tangan dalam tindakan yang merugikan dunia. "Singkatnya, posisi pemerintah Spanyol dapat diringkas dalam tiga kata: No a la guerra (Tolak Perang)," tegas pemimpin progresif tersebut.

Pemerintahan Trump terus menekan Spanyol melalui instrumen ekonomi dan retorika keras. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menuduh penolakan Spanyol telah menghambat efisiensi militer dan secara langsung membahayakan nyawa tentara Amerika di lapangan.

Trump mengeklaim AS bisa saja menggunakan pangkalan di Spanyol secara paksa jika mau. "Tidak ada yang bisa menghalangi kami, tapi kami tidak harus melakukannya," ujar Trump.

Spanyol memiliki ketergantungan ekonomi yang signifikan terhadap AS, dengan nilai ekspor mencapai 16 miliar Euro (sekitar 1% dari PDB Spanyol), menjadikan AS pasar ekspor terbesar keenam bagi Madrid.

Merespons ancaman perdagangan dari Washington, Uni Eropa (UE) menyatakan solidaritas penuh terhadap Spanyol. Komisi Eropa melalui juru bicaranya, Olof Gill, menegaskan kesiapan blok tersebut untuk bertindak tegas guna melindungi kepentingan negara anggotanya jika AS benar-benar menerapkan tarif atau embargo sepihak.

Meskipun dunia usaha di Spanyol mulai khawatir, UE menekankan bahwa kebijakan perdagangan bersama adalah perisai utama bagi kedaulatan ekonomi anggotanya dari tekanan eksternal. (zarahamala/arrahmah.id)