Memuat...

Diklaim Sebagai Ancaman, 'Israel' Bunuh Dua Bocah Gaza Saat Mengumpulkan Kayu Bakar di Gaza

Zarah Amala
Selasa, 2 Desember 2025 / 12 Jumadilakhir 1447 10:00
Diklaim Sebagai Ancaman, 'Israel' Bunuh Dua Bocah Gaza Saat Mengumpulkan Kayu Bakar di Gaza
Pasukan 'Israel' membunuh dua bersaudara Palestina, berusia 11 dan 8 tahun, di Gaza selatan saat mereka sedang mengumpulkan kayu bakar untuk ayah mereka yang difabel (QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Dua bersaudara Palestina berusia 11 dan 8 tahun gugur akibat serangan drone 'Israel' di Gaza selatan pada Sabtu (29/11/2025), saat keduanya sedang mengumpulkan kayu untuk ayah mereka yang menggunakan kursi roda. Militer 'Israel' mengklaim anak-anak tersebut sebagai “dua tersangka yang menimbulkan ancaman langsung” sehingga “dieliminasi”.

Serangan itu terjadi di kota Bani Suheila, sebelah timur Khan Yunis. Sumber lokal mengonfirmasi bahwa drone 'Israel' menjatuhkan bom di dekat Sekolah al-Farabi, sebuah sekolah yang menampung keluarga-keluarga pengungsi, dan menewaskan dua anak tersebut, Juma (8) dan Fadi Tamer Abu Assi (11).

Serangan itu terjadi di balik apa yang disebut sebagai “garis kuning”, garis demarkasi tak terlihat yang memisahkan posisi pasukan pendudukan 'Israel' dari area-area tertentu di Gaza, sementara Israel tetap mempertahankan kendali atas sekitar 50 persen wilayah tersebut.

Sumber lokal menambahkan bahwa kedua anak tersebut bahkan tidak mengetahui keberadaan garis tak terlihat itu.

Menurut keterangan keluarga, mereka sedang mengumpulkan kayu untuk ayah mereka yang terluka dan tidak dapat berjalan.

Paman mereka mengatakan kepada media lokal: “Mereka anak-anak… apa yang mereka lakukan? Mereka tidak punya roket atau bom. Mereka pergi mengumpulkan kayu untuk ayah mereka agar bisa menyalakan api.”

Namun dalam pernyataan di X, militer 'Israel' mengklaim bahwa “dua tersangka melakukan aktivitas mencurigakan” dan “menimbulkan ancaman langsung”, sehingga dibunuh.

Pembunuhan ini memicu kemarahan di media sosial. Para pengguna pro-Palestina memenuhi unggahan militer 'Israel' dengan foto kedua anak tersebut, menyoroti usia mereka.

“Israel kembali menyebut mereka ‘teroris’, seperti yang biasa dilakukan terhadap warga Palestina yang hanya mencoba bertahan hidup dari genosida,” tulis salah satu pengguna.

Serangan tersebut terjadi meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober, yang menurut data Pemerintah Media Gaza pada Minggu telah dilanggar lebih dari 590 kali oleh 'Israel'. Sebanyak 357 warga sipil telah terbunuh dan 903 lainnya terluka dalam pelanggaran ini, mayoritas anak-anak, perempuan, dan lanjut usia. (zarahamala/arrahmah.id)