Memuat...

Direktur RS Indonesia di Gaza, Dr. Marwan Sultan, Gugur bersama Istri dan Anak-anaknya Akibat Serangan Udara “Israel”

Samir Musa
Rabu, 2 Juli 2025 / 7 Muharam 1447 22:30
Direktur RS Indonesia di Gaza, Dr. Marwan Sultan, Gugur bersama Istri dan Anak-anaknya Akibat Serangan Udara “Israel”
Dr. Marwan As-Sulthan, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza (Al Jazeera)

GAZA (Arrahmah.id) — Duka mendalam kembali menyelimuti dunia kemanusiaan di Gaza. Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan gugurnya Dr. Marwan Sultan, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, bersama istri dan lima anggota keluarganya akibat serangan udara “Israel” yang menghantam rumah mereka di bagian barat Kota Gaza, pada Rabu (2/7/2025).

"Dengan penuh duka dan kesedihan, kami mengumumkan gugurnya syahid kemanusiaan dan medis Dr. Marwan Sultan, yang gugur bersama keluarganya setelah rumah mereka menjadi sasaran serangan langsung oleh pendudukan,” demikian isi pernyataan resmi Kementerian Kesehatan.

Kementerian juga mengecam serangan brutal terhadap tenaga medis dan menyebutnya sebagai “kejahatan sistematis dan pembantaian yang disengaja terhadap tim kemanusiaan dan medis di Gaza.”

Serangan Drone Tewaskan Tim Medis dan Anak-anak di Deir al-Balah

Dalam serangan terpisah pada hari yang sama, sebuah drone militer “Israel” menargetkan sekelompok warga sipil di pusat Kota Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah. Lima warga Palestina gugur dalam serangan tersebut, termasuk dua dokter yang bekerja di Pusat Medis Al-Barakah, dua anak perempuan, dan seorang wanita dewasa. Beberapa korban luka lainnya dilaporkan dalam kondisi kritis.

Target Terus-Menerus terhadap Rumah Sakit dan Tenaga Medis

Rumah Sakit Indonesia sendiri telah mengalami kehancuran signifikan sejak Mei lalu akibat serangan langsung militer “Israel”, yang menghantam generator utama dan sejumlah fasilitas penting lainnya. Hal ini memaksa pihak rumah sakit untuk mengevakuasi pasien secara paksa dan menghentikan operasional medis secara total.

Menurut data terbaru dari Kantor Media Pemerintah Gaza, sejak awal agresi genosida pada 7 Oktober 2023, setidaknya 1.580 tenaga medis telah gugur di Gaza akibat serangan brutal yang menyasar fasilitas dan personel kesehatan.

Genosida yang Terus Berlanjut

Selama lebih dari 20 bulan agresi “Israel” di Jalur Gaza yang didukung penuh oleh Amerika Serikat, lebih dari 191.000 warga Palestina gugur atau terluka, mayoritas dari mereka adalah anak-anak dan perempuan. Jumlah korban hilang mencapai lebih dari 11.000 jiwa, dengan ratusan ribu lainnya mengungsi dari rumah-rumah mereka yang hancur.

(Samirmusa/arrahmah.id)