Memuat...

Drama Penahanan Dr. Abu Safiya: Tuduhan "Kolonel Hamas" Tanpa Bukti di Tengah Kondisi Penjara yang Brutal

Zarah Amala
Kamis, 5 Februari 2026 / 18 Syakban 1447 12:01
Drama Penahanan Dr. Abu Safiya: Tuduhan "Kolonel Hamas" Tanpa Bukti di Tengah Kondisi Penjara yang Brutal
Dr. Hussam Abu Safiya, Direktur RS Kamal Adwan, yang ditangkap militer 'Israel' sejak Desember 2024 (QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Sebuah kelompok pengawas 'Israel' mengklaim bahwa Dr. Hussam Abu Safiya, Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza yang diculik militer 'Israel' pada Desember 2024, adalah seorang "Kolonel Hamas". Tuduhan ini muncul di tengah meningkatnya desakan internasional untuk membebaskan dokter tersebut dan ratusan tenaga medis lainnya yang ditahan di penjara 'Israel' dalam kondisi brutal.

Laporan yang diterbitkan oleh New York Post mengutip kelompok pengawas 'Israel', NGO Monitor, dan pejabat 'Israel' yang menuduh Abu Safiya memiliki pangkat kolonel. Tuduhan ini hanya didasarkan pada sebuah foto tahun 2016 yang memperlihatkan Abu Safiya mengenakan seragam militer saat acara peresmian RS Kamal Adwan.

Bantahan dan Klarifikasi Medis

Basem Naim, mantan Menteri Kesehatan Palestina yang juga seorang dokter lulusan Jerman, menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar. Ia menjelaskan bahwa RS Kamal Adwan beroperasi melalui kerja sama antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri, sebuah model yang konsisten dengan norma internasional dalam penyediaan layanan publik.

Naim mengklarifikasi bahwa pangkat yang dimaksud berasal dari Korps Medis Pemerintah Palestina, bukan sayap militer Hamas (Brigade Al-Qassam). Ia juga menekankan bahwa Hamas tidak menggunakan pangkat seperti "kolonel" dalam struktur militer mereka. "Tuduhan terhadap Dr. Abu Safiya didasarkan pada gambar yang tidak terverifikasi dan tidak dapat dianggap sebagai bukti yang sah," tegasnya.

Kondisi Mengerikan di Penjara Ofer

Setelah ditahan tanpa komunikasi selama berbulan-bulan, Dr. Abu Safiya akhirnya diizinkan bertemu pengacara pada Februari 2025. Hasil kunjungan terbaru ke penjara militer Ofer pada Juli 2025 mengungkap kondisi kesehatan yang sangat mengkhawatirkan. Berat badannya turun drastis sebanyak 40 kg (dari 100 kg menjadi 60 kg) sejak ditangkap. Pada 24 Juni 2025, ia dipukuli secara hebat hingga mengalami cedera serius pada tulang rusuk, wajah, dan punggung. Ia ditahan di sel isolasi yang sempit, tanpa cahaya matahari, dan masih dipaksa mengenakan pakaian musim dingin di tengah cuaca panas musim panas.

Organisasi hak asasi manusia Al-Mezan memperingatkan bahwa 'Israel' menggunakan Abu Safiya dan ribuan warga Palestina lainnya sebagai "sandera politik" untuk menekan proses negosiasi gencatan senjata. Ia ditahan di bawah Undang-Undang Unlawful Combatants (Kombatan Tidak Sah) yang memberi wewenang militer 'Israel' untuk menahan warga Gaza tanpa batas waktu dan tanpa perlu menunjukkan bukti di pengadilan.

Ketakutan akan keselamatan Dr. Abu Safiya diperparah dengan gugurnya dua dokter senior Gaza di tahanan 'Israel' sebelumnya, Dr. Iyad al-Rantisi, Spesialis kandungan di RS Kamal Adwan dan Dr. Adnan al-Bursh, Kepala Departemen Ortopedi RS Al-Shifa, yang dilaporkan tewas akibat penyiksaan dan kekerasan seksual berat di penjara Ofer pada April 2024.

Hingga saat ini, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 'Israel' telah menahan lebih dari 300 hingga 400 tenaga kesehatan. Setidaknya 28 dokter masih ditahan tanpa dakwaan resmi, termasuk para konsultan senior di bidang bedah dan kardiologi. (zarahamala/arrahmah.id)

HeadlineIsraelPalestinars kamal adwanDr. Hussam Abu Safiya