Memuat...

'Israel' Kembalikan 54 Jenazah dan Puluhan Kotak Berisi Potongan Tubuh Warga Palestina

Zarah Amala
Kamis, 5 Februari 2026 / 18 Syakban 1447 10:13
'Israel' Kembalikan 54 Jenazah dan Puluhan Kotak Berisi Potongan Tubuh Warga Palestina
Dugaan eksekusi tahanan di balik pengembalian jenazah oleh 'Israel' (QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan pada hari Rabu (4/2/2026) bahwa Kompleks Medis Shifa telah menerima 54 jenazah warga Palestina yang tewas oleh pasukan 'Israel', beserta 66 kotak berisi sisa-sisa bagian tubuh manusia. Proses serah terima ini dilakukan melalui Komite Internasional Palang Merah (ICRC) setelah mendapatkan persetujuan dari otoritas 'Israel'.

Tim medis segera memulai proses penanganan sisa-sisa jenazah sesuai prosedur medis yang berlaku. Staf medis bekerja sama dengan otoritas terkait untuk menyelesaikan proses pemeriksaan, dokumentasi, dan akhirnya penyerahan kepada pihak keluarga.

Otoritas kesehatan menekankan bahwa proses identifikasi saat ini sangat sulit dilakukan karena kelangkaan peralatan forensik yang parah. Akibat blokade 'Israel' yang berkepanjangan, Gaza kekurangan peralatan tes DNA, unit pendingin jenazah yang memadai, serta teknologi forensik modern.

"Para dokter sering kali hanya mengandalkan catatan dasar dan informasi pribadi dari keluarga, bukan metode identifikasi ilmiah yang akurat," ujar pejabat kesehatan setempat.

Dokter yang memeriksa sisa-sisa jenazah mengungkapkan temuan yang mengkhawatirkan. Banyak jenazah menunjukkan tanda-tanda penganiayaan fisik yang jelas, memicu kekhawatiran serius bahwa beberapa individu mungkin diculik dalam keadaan hidup sebelum akhirnya dibunuh. Pejabat menekankan bahwa kasus-kasus ini melampaui kematian di medan tempur dan diduga melibatkan warga Palestina yang berada dalam tahanan Israel.

Zaher al-Wahidi, kepala Unit Informasi Kementerian Kesehatan, menyatakan bahwa pihak berwenang masih belum mengetahui secara pasti apakah jenazah tersebut milik orang-orang yang baru saja terbunuh atau tahanan yang jenazahnya dikembalikan setelah dikubur di tempat lain. Meskipun 'Israel' dilaporkan memiliki catatan rinci (termasuk nama dan tanggal penangkapan), mereka menolak untuk membagikan informasi tersebut kepada pejabat kesehatan Palestina.

Sejak perjanjian gencatan senjata dimulai, 'Israel' telah mengembalikan 360 jenazah dalam 13 gelombang terpisah. Namun, pihak berwenang Palestina baru berhasil mengidentifikasi sekitar 100 orang di antaranya.

Dr. Ismail al-Thawabta, juru bicara Kantor Media Pemerintah, menyatakan bahwa lebih dari 120 jenazah tak dikenal telah dimakamkan sejak gencatan senjata saja. Ia menuduh Israel sengaja menghalangi masuknya alat tes DNA dan peralatan forensik modern ke Gaza untuk menutupi skala krisis ini.

Al-Thawabta juga menyoroti praktik 'Israel' yang terus menahan ribuan jenazah warga Palestina di "pemakaman angka" (cemeteries of numbers), di mana kuburan hanya ditandai dengan kode angka, bukan nama. Praktik ini dinilai merampas martabat para korban bahkan setelah kematian dan melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan dasar. (zarahamala/arrahmah.id)

HeadlineIsraelPalestinaGazajenazahpengembalian