Memuat...

Dua tentara Yaman tewas dalam serangan Al Qaeda di Shabwa

Hanin Mazaya
Senin, 12 Juni 2023 / 24 Zulkaidah 1444 15:31
Dua tentara Yaman tewas dalam serangan Al Qaeda di Shabwa
Para pejuang Yaman yang setia kepada pemerintah mengendarai sebuah truk pickup yang dilengkapi dengan senapan mesin berat di Lembah Mesini di provinsi Hadramaut. (Foto: AFP)

SHABWA (Arrahmah.id) - Dua tentara Yaman tewas dan tiga lainnya terluka pada Ahad pagi (11/6/2023) ketika militan Al-Qaeda menyerang pos mereka di provinsi selatan Shabwa, kata para pejabat setempat dan laporan media.

Ini merupakan serangan paling berdarah yang dilakukan Al-Qaeda terhadap pasukan pemerintah di selatan dalam beberapa bulan terakhir.

Pasukan Pertahanan Shabwa mengatakan bahwa Al-Qaeda menyerang sebuah pos militer di wilayah Al-Musenah, Shabwa, dengan senapan mesin berat dan senjata lainnya, yang memicu bentrokan yang menewaskan dua orang tentara dan melukai tiga orang lainnya, lapor Arab News.

Media lokal melaporkan bahwa para militan Al-Qaeda mundur ke daerah pegunungan Al-Musenah tak lama setelah melakukan serangan tersebut.

Sejak September, ketika pasukan pro-kemerdekaan selatan memulai operasi militer di tempat persembunyian militan di Shabwa dan Abyan, Al-Qaeda telah menggunakan taktik pemberontakan, terutama dengan menanam ranjau darat dan alat peledak improvisasi, dalam upayanya menghadapi pasukan pemerintah.

Karena kurangnya tenaga kerja dan persenjataan, serta pertikaian di antara faksi-faksi Al-Qaeda yang berbeda, menurut para ahli, para militan telah menghindari terlibat dalam pertempuran langsung dengan pasukan selatan atau menyerang pangkalan mereka.

Pakar kontraterorisme Yaman, Saeed Obeid Al-Jemhi, mengatakan kepada Arab News bahwa serangan mematikan terbaru Al-Qaeda di Shabwa dimaksudkan untuk mengirim pesan bahwa kelompok tersebut masih kuat dan mampu menimbulkan kerusakan pada lawan-lawannya, serta untuk membujuk anggota baru yang enggan dan calon anggota baru yang percaya bahwa organisasi tersebut sedang mengalami kemunduran. (haninmazaya/arrahmah.id)