TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Pasukan pendudukan 'Israel' melancarkan serangkaian penggerebekan dan penangkapan berskala luas di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki pada Ahad (21/12/2025), menargetkan sejumlah kota dan desa. Operasi tersebut melibatkan penggerebekan rumah, penggeledahan, serta penahanan dan interogasi terhadap warga, menurut media Palestina dan kelompok pembela hak asasi manusia setempat.
Di kota Silwad, timur laut Ramallah, empat warga Palestina, Yazan Subh, Ahmad Naeem, Ibrahim al-Kharraz, dan Abdulaziz Feqoui, ditahan, sebagaimana dilaporkan oleh Perhimpunan Tahanan Palestina.
Di Ariha (Jericho), tentara 'Israel' menyerang dua pemuda saat menggerebek rumah mantan tahanan Ramzi Fawaz Balhan di kamp pengungsi Aqbat Jabr, menyebabkan keduanya harus mendapatkan perawatan medis.
Di desa al-Arqa, wilayah Jenin, pasukan pendudukan menahan seorang pemuda dan seorang anak. Sementara di Qalqilya, rumah-rumah di kawasan al-Bireen digerebek dan dua kendaraan disita.
Pasukan 'Israel' juga menyerbu kamp pengungsi Askar Lama dan desa Madama di Nablus, dengan patroli militer dikerahkan di jalan-jalan permukiman. Penangkapan tambahan dilaporkan di pos pemeriksaan militer antara Silwad dan Yabrud, termasuk penahanan Hamdi Farid Hammad.
Penggerebekan juga terjadi di Turmusaya serta desa-desa al-Mughayir, Abu Falah, dan Kafr Malik, timur laut Ramallah. Selain itu, pos-pos pemeriksaan sementara didirikan di antara kota-kota Tepi Barat, di mana warga Palestina dihentikan, ditahan, dan diinterogasi.
Sementara itu, dua warga Palestina, termasuk seorang remaja, gugur ditembak pasukan 'Israel' pada Sabtu (20/12) di kota Sila al-Harithiya dan Qabatiya di distrik Jenin. Dua lainnya terluka di Tulkarm dan al-Quds (Yerusalem Timur).
Sejak 7 Oktober 2023, lebih dari 1.102 warga Palestina tewas, sekitar 11.000 luka-luka, dan lebih dari 21.000 orang ditahan di seluruh Tepi Barat yang diduduki, menurut Palestinian Media Center. (zarahamala/arrahmah.id)
