Memuat...

Enam Narasi Palsu 'Israel' untuk Justifikasi Pembunuhan Jurnalis Anas al-Sharif

Zarah Amala
Senin, 11 Agustus 2025 / 18 Safar 1447 09:15
Enam Narasi Palsu 'Israel' untuk Justifikasi Pembunuhan Jurnalis Anas al-Sharif
Jurnalis Al-Jazeera, Anas al-Sharif (QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - 'Israel' menyebarkan klaim yang saling bertentangan dan tidak berdasar mengenai Anas al-Sharif, koresponden Al Jazeera yang gugur di Gaza pada Ahad (10/8/2025) bersama enam jurnalis lainnya.

Pernyataan resmi 'Israel' secara bergantian menyebutnya sebagai “militan unit Nukhba,” “tentara,” “komandan kelompok,” hingga “pejuang bersenjata.” Militer 'Israel' bahkan menyebutnya “pemimpin sel unit anti-tank Hamas” dan dalam klaim lain mengatakan ia “memimpin sel peluncur roket.” Rentetan tuduhan yang berubah-ubah ini menimbulkan keraguan besar terhadap kebenaran tuduhan 'Israel'.

Salah satu kejanggalan mencolok adalah tanggal yang disebut sebagai awal perekrutannya, tepat pada ulang tahunnya yang ke-17. Padahal, keanggotaan Hamas secara resmi mensyaratkan usia minimal 18 tahun, dan bergabung dengan kelompok elit seperti Brigade al-Qassam biasanya membutuhkan proses penyaringan dan pelatihan bertahun-tahun.

Anas al-Sharif termasuk di antara tujuh jurnalis yang tewas akibat serangan udara 'Israel' ke tenda kru Al Jazeera yang berada di luar Rumah Sakit al-Shifa di Gaza. Korban lainnya adalah Mohammed Qreiqa, Musab al-Sharif, Mohammed Noufal, dan Ibrahim Zaher.

Atas keberanian dan dedikasinya, Amnesty International Australia menganugerahkan kepada Anas al-Sharif penghargaan “Pembela Hak Asasi Manusia” pada 2024. Penghargaan ini menyoroti liputan berani al-Sharif terhadap genosida di Gaza serta laporan-laporan saksi mata yang mengungkap penderitaan warga sipil.

Serangan mematikan ini terjadi setelah berpekan-pekan hasutan publik 'Israel' terhadap jurnalis Al Jazeera, khususnya al-Sharif. Juru bicara militer 'Israel', Avichay Adraee, secara terbuka menuduhnya menyebarkan “propaganda palsu” dan mempromosikan “agenda teroris” dalam unggahan yang menyasar media berbahasa Arab.

Dengan terbunuhnya para jurnalis ini, jumlah total jurnalis Palestina yang gugur akibat serangan 'Israel' di Gaza selama genosida yang berlangsung kini mencapai 237 orang. (zarahamala/arrahmah.id)