Memuat...

Gempa Menghancurkan 93 Sekolah dan Madrasah di Samangan

Hanin Mazaya
Kamis, 20 November 2025 / 30 Jumadilawal 1447 16:40
Gempa Menghancurkan 93 Sekolah dan Madrasah di Samangan
(Foto: Tolo News)

SAMANGAN (Arrahmah.id) - Pejabat dari Dinas Pendidikan Provinsi Samangan mengatakan bahwa sekitar 93 sekolah dan madrasah rusak akibat gempa bumi baru-baru ini di provinsi tersebut.

Direktur Dinas tersebut menyatakan bahwa 13 bangunan sekolah hancur total, dan 80 lainnya rusak sebagian.

Mehrabuddin Eqbal, Direktur Pendidikan di Samangan, mengatakan: “Dalam gempa bumi baru-baru ini, total 93 sekolah dan madrasah rusak. Dari jumlah tersebut, 13 hancur total dan membutuhkan rekonstruksi penuh, sementara 80 rusak sebagian dan memerlukan perbaikan.”

Sementara itu, beberapa siswa telah menyatakan keprihatinan atas runtuhnya langit-langit kelas dan telah meminta perhatian segera dari Imarah Islam Afghanista untuk membangun kembali sekolah-sekolah tersebut, lansir Tolo News (20/11/2025).

Marwa, seorang siswa, mengatakan: “Sekolah kami rusak parah akibat gempa bumi dan tidak lagi aman untuk ditempati. Kami bersekolah dalam ketakutan dan tidak dapat berkonsentrasi belajar. Kami meminta Kementerian Pendidikan untuk memperbaiki sekolah kami sesegera mungkin agar kami dapat belajar dengan tenang.”

Rabia, siswa kelas tiga, menambahkan: “Sekolah kami rusak parah akibat gempa bumi dan perlu segera dibangun kembali. Setiap hari kami datang ke sekolah dengan rasa takut, karena khawatir bangunannya akan runtuh. Belajar dalam kondisi seperti itu sangat sulit.”

Gulsoom juga mengatakan: “Ruang kelas kami rusak parah akibat gempa bumi. Kami meminta pemerintah untuk membangunnya kembali karena kami takut atapnya akan runtuh menimpa kami.”

Pejabat pendidikan di distrik Khulm juga telah menyuarakan kekhawatiran tentang potensi runtuhnya sekolah dan telah mendesak organisasi kemanusiaan dan otoritas Imarah Islam untuk membantu pembangunan kembali.

Sibghatullah Akramah, Kepala Dinas Pendidikan Distrik Khulm, menyatakan: “Gedung-gedung sekolah kami tidak dapat diperbaiki lagi melalui penggalangan dana lokal. Gedung-gedung tersebut harus dibangun kembali dengan standar yang memadai agar tahan terhadap gempa bumi di masa mendatang.”

Salma Noorzada, kepala salah satu sekolah, mengatakan: “Para teknisi telah memberi tahu kami bahwa tidak seorang pun boleh memasuki gedung sekolah karena merupakan ancaman serius. Namun karena keterbatasan ruang, kami terpaksa mengajar siswa dan mengadakan ujian di lokasi yang sama.”

Gempa bumi baru-baru ini di provinsi Samangan juga telah merusak hampir 2.000 rumah penduduk, selain menghancurkan sekolah, masjid, dan pusat keagamaan.  (haninmazaya/arrahmah.id)