Memuat...

Hamas Bantah Isu Pengisian Kekosongan Kepemimpinan Mereka

Hanoum
Selasa, 2 Desember 2025 / 12 Jumadilakhir 1447 04:52
Hamas Bantah Isu Pengisian Kekosongan Kepemimpinan Mereka
Anggota Hamas tiba untuk mengamankan area sementara petugas Mesir dan Palang Merah mencari jenazah dua sandera terakhir dari bawah reruntuhan kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara pada 1 Desember 2025. [Foto: Omar AL-QATTAA / AFP via Getty Images]

GAZA (Arrahmah.id) -- Kelompok perlawanan Palestina Hamas membantah kebenaran laporan yang dipublikasikan surat kabar Al-Araby Al-Jadeed terkait isu eskalasi dan pengisian kekosongan kepemimpinan di dalam gerakan tersebut.

Laporan itu sebelumnya mengutip “sumber utama dalam gerakan,” namun Hamas menegaskan bahwa informasi tersebut tidak memiliki dasar yang valid.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Ahad (30/11/2025), seperti dilansir Palinfo (1/12), Hamas menyayangkan publikasi berita tanpa verifikasi mendalam dan menyebutnya sebagai praktik yang dapat membahayakan para pemimpin Palestina di tengah situasi lapangan yang terus bergejolak akibat agresi 'Israel'.

Hamas memperingatkan bahwa penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan berpotensi membuka jalan bagi 'Israel' untuk menargetkan tokoh-tokoh Palestina.

Al-Araby Al-Jadeed pada Sabtu malam memuat laporan yang mengklaim bahwa Hamas telah menyelesaikan proses pengisian kekosongan kepemimpinan yang terjadi akibat pembunuhan para pemimpinnya selama perang, baik di tingkat politik, militer, maupun administratif.

Menurut laporan tersebut, restrukturisasi mencakup: Brigade Izz ad-Din al-Qassam (sayap militer), Biro Politik Hamas, Dewan Syura, dan posisi administratif yang mengelola urusan sipil di Jalur Gaza.

Laporan itu juga menyebutkan pembentukan komite teknis yang bertugas mempersiapkan pengalihan administrasi sektor sipil Gaza kepada “komite teknokratis.” Nama-nama kandidat untuk ketua dan anggota komite diklaim sudah disiapkan sesuai “jadwal organisasi” yang telah ditentukan sebelumnya.

Komite tersebut, menurut laporan yang dibantah Hamas, akan menjadi inti administrasi sipil Gaza pada fase mendatang.

Penolakan Hamas atas laporan ini muncul di tengah situasi kemanusiaan Gaza yang terus memburuk akibat kejahatan perang 'Israel', yang berulang kali menargetkan pemimpin dan warga sipil Palestina. Di tengah kondisi demikian, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dianggap dapat semakin meningkatkan risiko serangan serta memicu ketidakstabilan internal. (hanoum/arrahmah.id)