Memuat...

Hamas Beri Tanggapan Positif Terhadap Proposal Gencatan Senjata, Siap Lanjutkan Pembicaraan

Zarah Amala
Sabtu, 5 Juli 2025 / 10 Muharam 1447 08:18
Hamas Beri Tanggapan Positif Terhadap Proposal Gencatan Senjata, Siap Lanjutkan Pembicaraan
QNN

GAZA (Arrahmah.id) – Hamas mengumumkan pada Jumat (4/7/2025) bahwa mereka telah menyelesaikan konsultasi internal dan nasional terkait proposal terbaru gencatan senjata yang diajukan oleh para mediator. Gerakan perlawanan ini menyampaikan tanggapan resmi yang mereka sebut sebagai “positif”, dan menyatakan kesiapan penuh untuk segera memulai negosiasi guna membahas mekanisme implementasi kesepakatan.

Dalam pernyataan resminya, Hamas menyebut bahwa mereka telah menggelar pembicaraan serius dengan berbagai faksi Palestina dan kekuatan nasional sebelum menyampaikan jawaban resmi mereka kepada para mediator dari Qatar dan Mesir.

“Hamas siap sepenuhnya untuk memulai putaran baru perundingan mengenai mekanisme pelaksanaan,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Pengumuman ini datang dua hari setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa 'Israel' telah menyetujui kesepakatan gencatan senjata selama 60 hari. Dalam sebuah unggahan di platform miliknya, Truth Social, Trump mengatakan bahwa proposal final akan disampaikan oleh mediator Qatar dan Mesir. Ia juga menyatakan harapan agar Hamas menyetujui kesepakatan itu, sembari memperingatkan bahwa situasi di Gaza akan memburuk jika tidak ada kesepakatan.

Hamas menegaskan bahwa mereka bertindak dengan “rasa tanggung jawab yang tinggi” dan tetap berkomitmen untuk mencapai kesepakatan yang dapat mengakhiri genosida, memastikan penarikan penuh pasukan 'Israel', dan membuka jalan bagi masuknya bantuan kemanusiaan yang mendesak ke Jalur Gaza.

Gerakan ini juga menyampaikan apresiasi atas upaya para mediator, yang dinilai bekerja keras menjembatani perbedaan antar pihak dan mendorong menuju kesepakatan kerangka kerja serta perundingan yang serius.

Kondisi di Gaza sendiri masih sangat memprihatinkan. Sejak genosida 'Israel' dimulai pada 7 Oktober 2023, puluhan ribu warga telah tewas. Masyarakat Palestina terus menyerukan penghentian total serangan 'Israel', pencabutan penuh blokade, dan akses kemanusiaan tanpa hambatan. Namun hingga kini, 'Israel', dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat, terus menolak setiap proposal gencatan senjata yang diajukan. (zarahamala/arrahmah.id)