Memuat...

Hamas Siap Ganyang Pasukan Asing Manapun yang Berani Masuk Gaza

Zarah Amala
Jumat, 8 Agustus 2025 / 15 Safar 1447 09:45
Hamas Siap Ganyang Pasukan Asing Manapun yang Berani Masuk Gaza
Osama Hamdan: Perlawanan adalah satu-satunya cara untuk mengalahkan pendudukan (Al Jazeera)

GAZA (Arrahmah.id) - Pejabat senior Hamas, Osama Hamdan, menegaskan bahwa gerakannya akan memperlakukan setiap kekuatan yang dibentuk sesuai pernyataan Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu sebagai “kekuatan pendudukan yang terhubung dengan 'Israel'.”

Hamdan menyebut pernyataan Netanyahu, yang saat ini berstatus buronan Mahkamah Pidana Internasional, sebagai bukti ketidakmampuannya menghadapi perlawanan. Ia menilai rencana pembentukan pasukan Arab untuk mengambil alih Gaza akan menjerumuskan kawasan ke dalam krisis baru.

Dalam wawancara dengan Fox News, Netanyahu yang dituduh melakukan kejahatan perang, menyatakan niat untuk menduduki Jalur Gaza tanpa mempertahankannya, lalu menyerahkannya kepada “pasukan Arab yang tidak mengancam 'Israel'.”

Hamdan mengkritik keras sikap komunitas internasional yang dinilainya memberikan 'Israel' waktu untuk melanjutkan kejahatan di Gaza. “Israel sengaja menghalangi masuknya bantuan, dan tidak ada yang menghukumnya atas terjadinya kelaparan di Jalur Gaza,” ujarnya.

Ia kembali menyerukan agar bantuan kemanusiaan dapat segera masuk melalui Perlintasan Rafah. Hamdan menegaskan bahwa perlawanan adalah satu-satunya jalan untuk mengakhiri pendudukan, dan akan berakhir ketika berdiri negara Palestina yang berdaulat. “Pendudukan ingin mematahkan tekad rakyat Palestina dengan pertumpahan darah dan penghancuran rumah-rumah, tetapi mereka akan gagal,” katanya.

Respons Yordania

Sementara itu, Yordania menjadi negara Arab pertama yang memberikan respons resmi atas pernyataan Netanyahu tersebut. Seorang pejabat Yordania mengatakan kepada Reuters bahwa negara-negara Arab hanya akan mendukung apa yang disepakati dan diputuskan oleh rakyat Palestina.

Menurutnya, keamanan di Gaza harus dijalankan melalui institusi Palestina yang sah. “Arab tidak akan menyetujui kebijakan Netanyahu, dan tidak akan memperbaiki apa yang telah dirusaknya,” tegas pejabat itu. (zarahamala/arrahmah.id)