GAZA (Arrahmah.id) - Kelompok perlawanan Palestina Hamas mengatakan pada Sabtu (5/7/2025) bahwa mereka telah menewaskan seorang tentara "Israel" dalam sebuah serangan di Jalur Gaza selatan, lapor Anadolu.
Sayap bersenjata kelompok tersebut, Brigade Qassam, mengatakan para pejuangnya “menyerbu pada Jumat pagi sebuah kelompok tentara dan kendaraan musuh di sebelah Direktorat Pendidikan di daerah Al-Mahatta di pusat kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan.”
Kelompok tersebut mengatakan ada korban tewas dan luka-luka di antara pasukan "Israel", namun tidak memberikan angka yang pasti.
Dua tank Merkava "Israel" juga menjadi sasaran dengan alat peledak Shawaz, selain sebuah pengangkut pasukan dengan rudal Yasin-105, pernyataan itu menambahkan, seperti dilaporkan MEMO.
Tim penyelamat "Israel" yang tiba di tempat kejadian juga menjadi sasaran dengan senjata ringan dan menengah, tambahnya.
Pada Jumat, tentara "Israel" mengonfirmasi bahwa dua tentaranya tewas dan dua lainnya terluka parah di Jalur Gaza.
Menurut angka resmi "Israel", 883 tentara "Israel" telah terbunuh dan 6.032 lainnya terluka dalam serangan darat sejak dimulainya perang di daerah kantong Palestina pada 7 Oktober 2023.
Meskipun ada seruan internasional untuk gencatan senjata, tentara "Israel" telah melakukan perang genosida di Gaza, menewaskan lebih dari 57.200 orang Palestina, sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak, sejak Oktober 2023.
November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
"Israel" juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah kantong tersebut. (haninmazaya/arrahmah.id)
