KANDAHAR (Arrahmah.id) - Imarah Islam Afghanistan menghabiskan 12 miliar Afghani tahun lalu untuk mendukung para janda, yatim piatu, dan penyandang disabilitas.
Zabihullah Mujahid, juru bicara Imarah Islam, mengatakan dalam pidatonya di Madrasah Jihadi di Kandahar bahwa Imarah Islam berkomitmen untuk memberantas kemiskinan di negara tersebut.
Ia menambahkan: “Selama tahun lalu, Imarah Islam telah membayar gaji bulanan kepada 600.000 anak yatim piatu, janda, dan penyandang disabilitas, dengan total pengeluaran sebesar 12,5 miliar Afghani.”
Menurut Mujahid, selain itu, 10.500 pengemis telah disingkirkan dari jalanan dan sekarang menerima bantuan bulanan, lansir Tolo News (14/1/2026).
Sementara itu, menurut beberapa ahli, mendukung sektor swasta, menciptakan lapangan kerja, dan menarik bantuan internasional dapat secara signifikan berkontribusi pada stabilitas ekonomi dan pengurangan kemiskinan.
Sayed Haroon Hashimi, seorang analis politik, mengatakan: “Merupakan langkah positif bahwa Imarah Islam mengalokasikan dana setiap tahun untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran, tetapi itu belum cukup. Menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, mendukung sektor swasta, dan menarik bantuan internasional sangat penting karena tanpa keterlibatan internasional, stabilitas ekonomi penuh tidak mungkin tercapai.”
Menurut para pejabat Imarah Islam, untuk meningkatkan lapangan kerja, proyek-proyek infrastruktur besar telah diluncurkan, dan investasi domestik maupun asing telah ditarik. Selain itu, jalan raya telah dibangun, dan perhatian terhadap kawasan industri telah meningkat. (haninmazaya/arrahmah.id)
