Memuat...

Indonesia Jadi Teladan di Global Sumud Flotilla

Ameera
Sabtu, 13 September 2025 / 21 Rabiulawal 1447 09:44
Indonesia Jadi Teladan di Global Sumud Flotilla
Indonesia Jadi Teladan di Global Sumud Flotilla

JAKARTA (Arrahmah.id) - Sejak 31 Agustus 2025, delegasi Global Peace Convoy (GPC) Indonesia berangkat menuju Tunisia untuk bergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF), misi maritim kemanusiaan terbesar dengan lebih dari 1.000 peserta dari 47 negara dan sekitar 80 kapal.

Flotilla ini bertujuan menembus blokade Gaza, membuka jalur bantuan kemanusiaan, serta menggugah kesadaran dunia atas genosida yang menimpa bangsa Palestina.

Selama hampir dua pekan di Tunisia, delegasi Indonesia mengikuti pelatihan, koordinasi lintas negara, serta menyiapkan kebutuhan pelayaran.

Namun, perjalanan besar ini menghadapi tantangan serius, mulai dari kondisi teknis kapal, cuaca ekstrem yang merusak armada, hingga berkurangnya jumlah kapal layak berlayar.

Steering Committee GSF akhirnya memutuskan mengurangi jumlah peserta. Delegasi Indonesia kemudian mengambil langkah berbesar hati dengan menyerahkan 30 kursi delegasi mereka untuk peserta internasional lain.

Keputusan itu diapresiasi panitia flotilla sebagai bukti kedewasaan dan pemahaman misi.

“Delegasi Indonesia menjadi contoh nyata dari orang-orang yang memahami misi. Mereka telah memberikan kontribusi finansial besar, berkampanye di dalam dan luar negeri, serta rela menyerahkan kursinya demi memberi tempat bagi peserta lain,” tulis pernyataan resmi Steering Committee GSF.

Selain mengirim 30 relawan terbaik, Indonesia juga menyumbang lima kapal untuk armada flotilla serta membantu akomodasi peserta internasional selama di Tunisia.

Meski belum sepenuhnya berhasil menembus blokade, GPC Indonesia menegaskan bahwa misi global ini telah mencapai satu tujuan penting: menggugah kesadaran dunia terhadap tragedi kemanusiaan di Gaza.

Delegasi Indonesia menyatakan akan kembali ke tanah air untuk menyiapkan misi berikutnya secara lebih profesional dan terencana.

Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia, khususnya KBRI Tunisia, serta masyarakat Indonesia atas dukungan dan doa yang diberikan.

“Tidak ada kemerdekaan bagi dunia sebelum Palestina merdeka,” tegas pernyataan resmi GPC Indonesia.

(ameera/arrahmah.id)