Memuat...

'Israel' Akui Intelejennya Bermain di Demonstrasi Iran

Hanoum
Kamis, 15 Januari 2026 / 26 Rajab 1447 04:24
'Israel' Akui Intelejennya Bermain di Demonstrasi Iran
Para pria memasang bendera Israel di samping bendera nasional Iran pra-revolusi yang besar di Holon, Israel. [Foto: Ammar Awad/Reuters]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Menteri Warisan Budaya 'Israel' Amichai Eliyahu mengaku agen-agen intelijen Mossad beroperasi di Iran di tengah demo besar negara itu.

Kepada Radio Angkatan Darat 'Israel', Eliyahu mengatakan negaranya telah menggunakan agen-agen lapangan untuk ikut aksi unjuk rasa Iran yang telah dimulai sejak 28 Desember lalu.

Agen-agen lapangan semacam ini juga digunakan saat 'Israel' berperang 12 hari dengan Iran pada Juni lalu.

"Ketika kami menyerang Iran dalam Rising Lion, kami berada di wilayahnya dan tahu bagaimana mempersiapkan serangan. Saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami juga punya beberapa personel yang beroperasi di sana saat ini," ujar Eliyahu, seperti dikutip The New Arab (14/1/2026)..

Eliyahu menambahkan para agen tersebut ada di Iran untuk memastikan Teheran tidak dapat mengancam 'Israel' dari berbagai aspek.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebelumnya menyatakan demo di negaranya telah disusupi dan ditunggangi pihak asing, yakni Amerika Serikat (AS) dan 'Israel'. Khamenei menegaskan tak akan membiarkan kedua negara mengobrak-abrik Republik Iran.

"Semua orang harus tahu bahwa Republik Iran yang didirikan dengan pengorbanan ratusan ribu orang terhormat tidak akan mundur karena menghadapi mereka yang menyebabkan kehancuran. Iran tidak akan menolerir antek-antek asing," kata Khamenei dalam pidatonya di Provinsi Qom, 9 Januari lalu.

Demo di Iran memanas setelah aparat keamanan bentrok dengan pedemo rusuh. Menurut kelompok hak asasi manusia yang berbasis di AS, korban tewas dalam demonstrasi tembus 2.403 orang, namun sebagian media ada yang menyebutkan hingga 12.000 orang.

Demo Iran awalnya dipicu oleh krisis ekonomi di mana nilai rial terjun bebas. Namun, demo meluas dan berubah menjadi desakan perubahan rezim Khamenei.

Sejak demo pecah, AS dan 'Israel' menyuarakan dukungan kepada rakyat Iran untuk melengserkan Khamenei. Presiden AS Donald Trump bahkan membuka sejumlah opsi untuk mengintervensi demo, termasuk meluncurkan serangan militer. (hanoum/arrahmah.id)

 

 

IranHeadlineIsraelmata-mataintelejendemonstrasiprotessppionase