GAZA (Arrahmah.id) – Para pejabat tinggi 'Israel' kembali melontarkan ancaman serius: militer 'Israel' akan menghancurkan Gaza hingga menjadi “debu” apabila tidak ada kemajuan dalam negosiasi gencatan senjata dan pertukaran tahanan dalam waktu dekat. “Kami akan lakukan pada Kota Gaza dan kamp-kamp pengungsi di wilayah tengah seperti yang kami lakukan di Rafah. Semuanya akan berubah menjadi debu,” ujar seorang pejabat senior 'Israel' kepada media AS, Axios.
“Bukan itu pilihan utama kami. Tapi jika tidak ada pergerakan menuju kesepakatan sandera, kami tidak akan punya pilihan lain.”
Ancaman tersebut muncul bersamaan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump pada Selasa (1/7/2025) yang mengklaim bahwa 'Israel' telah menyetujui "syarat-syarat yang diperlukan" untuk menyelesaikan gencatan senjata selama 60 hari. Trump mendesak Hamas agar menerima usulan ini, memperingatkan lewat Truth Social:
“Situasinya tidak akan membaik—MALAH AKAN SEMAKIN BURUK.”
Belum ada tanggapan resmi baik dari pihak 'Israel' maupun Hamas terkait usulan ini. Trump menyebut bahwa para perwakilan dari Qatar dan Mesir akan menyampaikan “usulan akhir” tersebut kepada Hamas.
Hamas Tolak Gencatan Parsial
Sementara itu, Hamas berulang kali menyatakan kesiapannya untuk membebaskan para tawanan 'Israel' yang tersisa di Gaza dengan syarat dihentikannya genosida dan penarikan penuh pasukan 'Israel' dari wilayah yang hancur lebur tersebut. Namun, 'Israel' menolak. Pemerintah 'Israel' bersikeras bahwa perang hanya akan dihentikan jika Hamas dilucuti senjatanya dan para pemimpinnya diasingkan dari Gaza.
Sejak dimulainya agresi pada 7 Oktober 2023, serangan militer 'Israel' telah menewaskan lebih dari 56.500 warga Palestina, sebagian besar adalah warga sipil. Hampir seluruh dari 2,3 juta penduduk Gaza telah kehilangan tempat tinggal, dan wilayah tersebut kini berubah menjadi puing dan kehancuran total. (zarahamala/arrahmah.id)
