GAZA (Arrahmah.id) - Pasukan pendudukan ‘Israel’ membunuh dr. Saeed Joudeh pada Kamis (12/12/2024) saat dalam perjalanan ke Rumah Sakit Al-Awda di Jabaliya, di Jalur Gaza utara, Al-Jazeera melaporkan.
Manajemen Rumah Sakit Al-Awda mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dr. Joudeh adalah satu-satunya dokter bedah ortopedi yang bertugas di Jalur Gaza utara, wilayah yang telah dikepung selama 70 hari.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengonfirmasi kematian dr. Joudeh, dengan menyatakan bahwa ia dihantam oleh pesawat tak berawak Quadcopter ‘Israel’ saat dalam perjalanan dari Rumah Sakit Kamal Adwan ke Rumah Sakit Al-Awda untuk merawat yang terluka.
Kementerian melaporkan bahwa pesawat nirawak tersebut langsung menargetkannya, dan langsung membunuhnya. Sebagai tanggapan, kementerian meminta organisasi internasional dan hak asasi manusia untuk memastikan perlindungan rumah sakit dan tenaga medis saat mereka menjalankan tugas kemanusiaan.
Kementerian tersebut lebih lanjut mendesak para petugas kesehatan di seluruh dunia untuk menunjukkan solidaritas kepada tim medis Gaza, yang tengah menanggung serangan hebat di tengah apa yang disebutnya sebagai genosida.
Dalam wawancara dengan Al-Jazeera, pengemudi ambulans yang mendampingi dr. Joudeh menceritakan kejadian tersebut, dan mengungkapkan bahwa dokter tersebut tewas tertembak di kepala saat mengangkut pasien yang terluka ke Rumah Sakit Al-Awda untuk menjalani operasi darurat.
Meninggalnya dr. Joudeh membuat jumlah total tenaga medis yang tewas di tangan pasukan ‘Israel’ di Jalur Gaza menjadi 1.750 sejak dimulainya perang.
Statistik dari Kantor Media Pemerintah di Gaza menunjukkan bahwa 34 rumah sakit dan 80 pusat kesehatan tidak dapat berfungsi karena serangan ‘Israel’. Selain itu, 162 fasilitas kesehatan dan 135 ambulans menjadi sasaran.
Sejak 5 Oktober, pasukan ‘Israel’ telah mengintensifkan operasi militer mereka di Gaza utara, termasuk invasi darat baru, yang diyakini warga Palestina dimaksudkan untuk menggusur mereka. (zarahamala/arrahmah.id)
