GAZA (Arrahmah.id) - Sebuah unit pasukan khusus 'Israel' melepaskan tembakan ke arah warga sipil di dekat rumah sakit lapangan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) di Gaza pada Senin (21/7/2025), menewaskan dua warga Palestina, termasuk seorang jurnalis, serta menculik Dr. Marwan Al-Hams, kepala rumah sakit lapangan di Gaza.
Menurut laporan Quds News Network (QNN), Tamer Al-Zaneen, seorang jurnalis Palestina, gugur oleh tembakan langsung dari unit khusus 'Israel' yang juga menculik Dr. Al-Hams, yang merupakan Direktur Rumah Sakit Abu Youssef al-Najjar.
Seorang jurnalis lain, Ibrahim Abu Sh’aiba, juga dilaporkan luka-luka dalam serangan tersebut.
Penembakan di Dekat Kafetaria Rumah Sakit
Sumber-sumber lokal menyebut bahwa pasukan 'Israel' menembaki warga sipil di sebuah kafetaria dekat rumah sakit, menewaskan dua orang, termasuk Tamer. Dr. Al-Hams kemudian diculik secara paksa, dan sopir ambulans yang mendampinginya juga terluka.
Menurut laporan, Dr. Al-Hams dibawa ke pusat interogasi 'Israel' di Rafah.
Kementerian Kesehatan Palestina mengecam penculikan ini sebagai "eskalasi serius dan serangan langsung terhadap suara orang-orang sakit, lapar, dan menderita di Jalur Gaza."
Dengan terbunuhnya Tamer Al-Zaneen, jumlah jurnalis yang gugur sejak 'Israel' memulai agresinya pada Oktober 2023 telah mencapai setidaknya 229 orang, menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, dikutip oleh QNN.
Korban Jiwa Terus Bertambah
Sejak 'Israel' membatalkan kesepakatan gencatan senjata pada 18 Maret lalu, agresi militer berupa serangan udara dan darat terus menewaskan dan melukai ribuan warga Palestina di seluruh Gaza.
Sejak 7 Oktober 2023, pasca operasi perlawanan Palestina di selatan 'Israel', militer 'Israel' meluncurkan apa yang oleh banyak pihak disebut sebagai “perang genosida” terhadap rakyat Palestina. Hingga kini, korban tewas tercatat lebih dari 59.000 jiwa, dengan lebih dari 142.000 luka-luka, dan 14.000 orang masih hilang. (zarahamala/arrahmah.id)
