Memuat...

“Israel” Hadang Peran Qatar di Dewan Perdamaian, Doha Tegaskan Tak Akan Tinggalkan Gaza

Samir Musa
Selasa, 20 Januari 2026 / 2 Syakban 1447 20:32
“Israel” Hadang Peran Qatar di Dewan Perdamaian, Doha Tegaskan Tak Akan Tinggalkan Gaza
Al-Ansari: Sikap “Israel” Tidak Akan Menghalangi Peran Negara Qatar (Al Jazeera)

DOHA (Arrahmah.id) – Pemerintah Qatar menolak sikap keberatan yang disampaikan Perdana Menteri “Israel” terkait peran Doha dalam Dewan Perdamaian yang mengawasi proses pascaperang di Jalur Gaza.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, menegaskan bahwa sikap “Israel” tersebut tidak akan menghalangi komitmen negaranya dalam mendukung upaya penghentian agresi di Gaza.

Dalam konferensi pers di Doha, Al-Ansari menyatakan bahwa Qatar tetap berkomitmen menyukseskan rencana kesepakatan gencatan senjata serta akan terus berkoordinasi dengan Amerika Serikat dalam hal tersebut.

“Pihak Israel harus melaksanakan seluruh kewajibannya dalam perjanjian penghentian perang di Gaza. Masyarakat internasional juga harus menekan Israel agar mengizinkan masuknya Komite Teknokrat ke Gaza,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa Qatar tetap berkomitmen membantu rakyat Gaza, seraya menuding bahwa praktik-praktik “Israel” justru memperparah penderitaan warga Palestina dengan menghambat penyaluran bantuan kemanusiaan.

Sebelumnya, surat kabar Haaretz melaporkan bahwa “Israel” menolak mengizinkan anggota Komite Teknokrat Palestina masuk ke Jalur Gaza, serta menolak membuka Perlintasan Rafah, meskipun Amerika Serikat telah meminta hal tersebut sebagai bagian dari tahap kedua perjanjian gencatan senjata.

Seorang pejabat tinggi “Israel” mengatakan bahwa keterlibatan perwakilan Turki dan Qatar dalam dewan eksekutif Gaza tidak termasuk dalam kesepakatan awal antara “Israel” dan Amerika Serikat. Ia juga menyebut bahwa kewenangan serta peran dewan baru tersebut belum jelas.

Sementara itu, Channel 12 “Israel” melaporkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melakukan panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Sabtu lalu. Dalam percakapan tersebut, Netanyahu menyampaikan keberatannya terhadap pelibatan Qatar dan Turki dalam Dewan Penasihat yang akan mengawasi pemerintahan sementara Gaza.

Namun, menurut sumber yang sama, Rubio menegaskan bahwa keputusan untuk melibatkan Qatar dan Turki tidak dapat dibatalkan karena telah diputuskan secara resmi.

“Keikutsertaan Qatar dan Turki dalam Dewan Penasihat sudah final dan tidak dapat ditarik kembali,” ujar Rubio kepada Netanyahu.

(Samirmusa/arrahmah.id)

HeadlinehamasIsraelGazaqatar