GAZA (Arrahmah.id) -- Pihak berwenang di Gaza mengatakan bahwa tentara 'Israel' pada hari Jumat (17/10/2025) mencuri organ dari jenazah warga Palestina dan menyerukan dibentuknya komite internasional untuk menyelidiki kejahatan yang mengerikan.
“Ketika kami memeriksa jenazah-jenazah tersebut, kami menemukan banyak bagian tubuh yang hilang, ada yang setengah badan, tanpa kepala, tanpa anggota badan, tanpa mata, dan tanpa organ dalam," kata Ismail Thawabta, direktur kantor media pemerintah, dikutip dari Anadolu Agency (17/10).
Menurut Al-Thawabta, banyak jenazah tampak terlindas tank atau sebagian meleleh, sementara yang lain menunjukkan tanda-tanda penyiksaan dan eksekusi.
Pejabat Palestina tersebut mendesak komunitas internasional dan organisasi hak asasi manusia untuk "segera membentuk komite investigasi internasional untuk meminta pertanggungjawaban 'Israel' atas pelanggaran serius terhadap jenazah para martir dan pencurian organ mereka."
Militer Israel tidak segera menanggapi tuduhan tersebut.
Israel saat ini memiliki jenazah 735 tahanan Palestina, termasuk 67 anak-anak, menurut Kampanye Nasional Palestina untuk Pengambilan Jenazah Martir.
Menurut surat kabar 'Israel', Haaretz, 'Israel' memiliki hampir 1.500 jenazah warga Palestina dari Jalur Gaza di pangkalan militer Sde Teiman di Gurun Negev, Israel selatan.
Hamas membebaskan 20 sandera 'Israel' yang masih hidup dan menyerahkan jenazah 10 tawanan lainnya sebagai imbalan atas hampir 2.000 tahanan Palestina berdasarkan perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan 'Israel' yang dicapai awal bulan ini.
Kesepakatan ini didasarkan pada rencana 20 poin yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump, yang juga mencakup pembangunan kembali Gaza dan pembentukan mekanisme pemerintahan baru tanpa Hamas.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan hampir 68.000 warga Palestina di Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan membuat wilayah tersebut sebagian besar tidak layak huni. (hanoum/arrahmah.id)
