Memuat...

'Israel' Panik Tutup Semua Kedutaan di Seluruh Dunia pasca Serangan ke Iran

Zarah Amala
Sabtu, 14 Juni 2025 / 18 Zulhijah 1446 10:01
'Israel' Panik Tutup Semua Kedutaan di Seluruh Dunia pasca Serangan ke Iran
Setelah serangan besar-besaran terhadap Iran, 'Israel' telah memutuskan untuk menutup kedutaan besarnya di seluruh dunia. (Desain: Palestine Chronicle)

TEL AVIV (Arrahmah.id) - Pasca melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran, 'Israel' memutuskan untuk menutup seluruh kedutaan besarnya di berbagai negara. Pengumuman ini muncul di sejumlah situs resmi kedutaan pada Jumat (13/6/2025).

"Dengan mempertimbangkan perkembangan terbaru, semua misi diplomatik 'Israel' di luar negeri akan ditutup, dan layanan konsuler untuk sementara dihentikan," demikian isi salah satu pernyataan resmi.

Sebagai alternatif, warga 'Israel' yang berada di luar negeri diminta mengisi formulir daring untuk melaporkan lokasi dan kondisi mereka saat ini.

Belum ada keterangan resmi mengenai sampai kapan penutupan ini akan berlangsung.

Pernyataan tersebut juga menyertakan panduan keselamatan umum bagi warga 'Israel' di luar negeri. Beberapa di antaranya: menghindari penggunaan simbol-simbol yang mencolok seperti lambang Yahudi atau 'Israel' di tempat umum, tidak membagikan detail lokasi atau rencana perjalanan di media sosial, serta menjauhi acara atau kerumunan yang berafiliasi dengan 'Israel' atau komunitas Yahudi. Mereka juga diminta untuk bekerja sama dengan aparat keamanan setempat dan segera mengikuti instruksi jika terjadi situasi berbahaya.

Serangan dan Pembunuhan Tokoh Kunci Iran

Di waktu yang sama, 'Israel' meluncurkan operasi udara berskala besar di Iran sejak Jumat dini hari (13/6). Serangan ini dikabarkan menewaskan sejumlah tokoh penting Iran, termasuk Kepala Staf Garda Revolusi (IRGC) Hossein Salami, Jenderal Gholam-Ali Rashid, serta dua ilmuwan nuklir terkemuka, Dr. Mohammad Tehranchi dan Dr. Fereydoon Abbasi.

Menurut koresponden Al Mayadeen di Iran, suara ledakan terdengar di berbagai titik ibu kota, Teheran.

Angkatan Udara 'Israel' dilaporkan menargetkan puluhan lokasi di Iran, mulai dari fasilitas militer hingga infrastruktur terkait program nuklir. Operasi ini diberi nama Rising Lion. (zarahamala/arrahmah.id)