TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Ketegangan semakin meningkat di wilayah Tepi Barat bagian utara pada Kamis sore (27/11/2025), ketika militer pendudukan 'Israel' memperluas operasi yang sedang berlangsung di seluruh kawasan Jenin.
Channel 12 Israel melaporkan bahwa Angkatan Udara 'Israel' menyerang sebuah target di Jenin tak lama setelah bentrokan terjadi antara seorang pejuang Palestina dan unit 'Israel' yang menyamar. Menurut Al Jazeera, pasukan pendudukan 'Israel' mengepung sebuah rumah di lingkungan Jabal Abu Dhahir setelah unit khusus menyusup ke wilayah tersebut. Pasukan tambahan kemudian dikerahkan, sebuah helikopter tampak berputar di atas lokasi, dan sebuah ledakan terdengar.
Di Tubas, helikopter 'Israel' dilaporkan melepaskan tembakan senapan mesin ke arah kawasan permukiman, menandakan kemungkinan perluasan operasi. Sebuah drone juga terlihat terbang di atas sebuah rumah yang dikepung pasukan 'Israel' di Jenin, bersamaan dengan terdengarnya ledakan lainnya.
Militer pendudukan mengonfirmasi bahwa helikopter mereka memberikan dukungan bagi unit komando yang beroperasi di Tepi Barat utara. Mereka juga menyatakan bahwa unit polisi perbatasan yang menyamar telah bergabung dalam operasi di Jenin.
Sumber medis melaporkan bahwa sekitar 20 warga Palestina terluka, termasuk seorang pria lansia berusia delapan puluhan, setelah pasukan 'Israel' menyerang warga setempat. Lebih dari 75 warga Palestina telah ditahan sejak operasi dimulai, sementara yang lain ditahan secara paksa di dalam kota.
Kampanye militer ini dimulai lebih awal di lima wilayah dalam wilayah administrasi Tubas. Pasukan 'Israel' mengerahkan bala bantuan besar-besaran, mengubah rumah-rumah warga Palestina menjadi barak militer, dan memberlakukan pembatasan ketat secara menyeluruh.
Jam Malam dan Penggerebekan
Pada Rabu (26/11), pasukan pendudukan memberlakukan jam malam ketat di Tubas, kamp al-Far’a, serta desa-desa sekitarnya, Aqaba, Tamoun, dan Tayasir, serta beberapa area di Lembah Yordan bagian utara. Puluhan rumah digerebek dan beberapa di antaranya disita untuk dijadikan pos militer.
Menurut militer 'Israel' , operasi besar-besaran itu dilakukan bekerja sama dengan Shin Bet dan pasukan Penjaga Perbatasan, menggunakan jet tempur, helikopter, dan drone. Militer mengklaim operasi tersebut didasarkan pada intelijen terkait aktivitas kelompok bersenjata Palestina serta dugaan upaya membangun kembali brigade perlawanan.
Media 'Israel', termasuk Maariv, mengutip sumber militer yang menyatakan bahwa kampanye ini merupakan respons terhadap meningkatnya operasi perlawanan serta upaya reorganisasi kelompok bersenjata di Tepi Barat.
Tentara 'Israel' mengatakan bahwa pasukannya sedang menggeledah bangunan-bangunan tempat tinggal dan menginterogasi warga Palestina, serta berjanji akan melanjutkan operasi tersebut untuk mencegah apa yang mereka sebut “berkembangnya terorisme.”
Respons Palestina dan Serangan di Wilayah Tepi Barat Lainnya
Hamas mengecam operasi itu, menyebutnya sebagai bukti kebijakan penindasan sistematis yang bertujuan menghapus keberadaan warga Palestina di Tepi Barat. Jihad Islam juga mengecam serangan tersebut sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk memaksa warga Palestina meninggalkan tanah mereka.
Di wilayah lain di Tepi Barat, pasukan 'Israel' menyerbu desa Al-Mughayyir, timur laut Ramallah, mengerahkan drone setelah menggerebek sebuah lokasi komersial dan menahan para pekerjanya.
Di kota terdekat, Al-Janiya, sumber Palestina melaporkan bahwa pasukan 'Israel' mencabut puluhan pohon zaitun kuno untuk memperluas permukiman ilegal Neria. (zarahamala/arrahmah.id)
