Memuat...

'Israel' Rilis Video Yahya Sinwar Saat Terlibat Pertempuran di Rafah

Hanoum
Rabu, 29 Oktober 2025 / 8 Jumadilawal 1447 03:26
'Israel' Rilis Video Yahya Sinwar Saat Terlibat Pertempuran di Rafah
Tangkapan layar video Yahya Sinwar dalam pertempuran di Rafah. [Foto: X]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Lembaga penyiaran publik 'Israel' pada hari Senin (27/10/2025) merilis sebuah video yang diklaim menunjukkan Yahya Sinwar, mantan kepala biro politik kelompok perlawanan Palestina Hamas, beberapa hari sebelum kematiannya di Rafah pada Oktober 2024.

Dilansir Tunisie Numerique (28/10), dalam rekaman tersebut menunjukkan Sinwar mengenakan jubah hitam dan menutupi kepalanya, bergerak hati-hati di antara reruntuhan rumah-rumah yang hancur di Rafah, ditemani oleh salah satu ajudannya.

Menurut lembaga penyiaran tersebut, video tersebut direkam beberapa hari sebelum pembunuhannya.

Yahya Sinwar dibunuh oleh pasukan pendudukan 'Israel' di Gaza selatan pada Oktober 2024, setahun setelah pecahnya perang.

Laporan menunjukkan bahwa operasi militer yang dilakukan pada 16 Oktober 2024 di Rafah menyebabkan kematiannya secara kebetulan, karena pasukan 'Israel' dilaporkan tidak mengetahui identitasnya pada saat serangan tersebut.

Menurut laporan yang sama, bentrokan sengit meletus antara pejuang Hamas dan pasukan 'Israel' di dalam sebuah gedung, di mana tank dan drone digunakan untuk menemukan Sinwar. Ia dikabarkan sedang berlindung di dalam gedung bersama pengawalnya dan seorang komandan batalion ketika ia terkena tembakan rudal dan tembakan langsung, yang menyebabkan sebagian gedung runtuh menimpanya, yang mengakibatkan kematiannya, menurut investigasi militer 'Israel'.

Video lain yang beredar setelah insiden tersebut menunjukkan Sinwar berusaha menangkis drone dengan tongkat beberapa saat sebelum ia tewas.

Sementara itu, Radio Angkatan Darat 'Israel' mengutip seorang sumber keamanan senior yang mengatakan bahwa jenazah Yahya Sinwar tidak akan diserahkan sebagai bagian dari negosiasi pertukaran tahanan yang sedang berlangsung antara 'Israel' dan Hamas. (hanoum/arrahmah.id)