Memuat...

'Israel' Sebut Hamas Salah Kirim Satu Jenazah

Hanoum
Kamis, 16 Oktober 2025 / 25 Rabiulakhir 1447 03:24
'Israel' Sebut Hamas Salah Kirim Satu Jenazah
Petugas IDF memberi hormat pada peti mati berisi jenazah sandera Shiri Silberman Bibas yang terbunuh, pada 21 Februari2025. [Foto: IDF/The Times of Israel]

GAZA (Arrahmah.id) -- Salah satu jenazah yang dikembalikan oleh kelompk perlawanan Palestina Hamas pada hari Selasa (14/10/2025) bukan milik salah satu sandera yang ditahan oleh kelompok bersenjata Palestina di Gaza. Itu diungkapkan Pasukan Pertahanan 'Israel' (IDF).

Hamas membebaskan 20 sandera 'Israel' yang masih hidup pada hari Senin dengan imbalan pembebasan hampir 2.000 tahanan Palestina, sebagai bagian dari kesepakatan yang ditengahi oleh AS, Qatar, Mesir, dan Turki.

Pada hari Selasa, kelompok tersebut mulai mengirimkan jenazah para tawanan yang telah meninggal ke 'Israel', mengembalikan tujuh jenazah dalam dua gelombang melalui Palang Merah.

Namun, IDF mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu bahwa pemeriksaan di lembaga forensik Abu Kabir telah mengungkapkan bahwa satu dari empat jenazah dari gelombang kedua "bukan milik salah satu sandera." Jenazah tersebut diyakini milik seorang Palestina, tambahnya.

Tiga jenazah lainnya dipastikan milik para sandera. Mereka diidentifikasi sebagai Sersan Staf Tamir Nimrodi, 18 tahun, Uriel Baruch, 35 tahun, dan Eitan Levy, 53 tahun, menurut pernyataan tersebut.

"Hamas diharuskan melakukan semua upaya yang diperlukan untuk mengembalikan para sandera yang telah meninggal," tegas militer 'Israel'. dikutip dari The Euro News (15/10).

Kepala Staf IDF, Letnan Jenderal Eyal Zamir, mengatakan sebelumnya pada hari itu bahwa 'Israel' "tidak akan beristirahat sampai kami mengembalikan semua . Ini adalah tugas moral, nasional, dan Yahudi kami." Hamas masih menyimpan jenazah 21 sandera yang telah meninggal.

Sekitar 1.200 orang tewas dan 250 lainnya disandera selama invasi Hamas ke 'Israel' pada 7 Oktober 2023. Serangan udara dan darat balasan IDF di Gaza telah merenggut lebih dari 67.000 nyawa dan melukai hampir 170.000 orang, menurut otoritas kesehatan Palestina.

Pengungsi Palestina dan pejuang Hamas telah kembali ke Kota Gaza dan wilayah lain di enklave tersebut minggu ini setelah penarikan sebagian pasukan IDF sesuai dengan kesepakatan. Bentrokan sporadis antara Hamas dan faksi-faksi yang bertikai telah dilaporkan di Gaza. (hanoum/arrahmah.id)