Memuat...

'Israel' Terus Deportasi Aktivis dari Sumud Flotilla, Di tengah Tuduhan Penganiayaan

Zarah Amala
Senin, 6 Oktober 2025 / 15 Rabiulakhir 1447 10:21
'Israel' Terus Deportasi Aktivis dari Sumud Flotilla, Di tengah Tuduhan Penganiayaan
Foto yang diterbitkan oleh Angkatan Laut 'Israel' menunjukkan momen penangkapan aktivis dari Armada Keteguhan di perairan internasional (Al Jazeera)

TEL AVIV (Arrahmah.id) - Kementerian Luar Negeri 'Israel' mengumumkan telah mendeportasi 29 aktivis tambahan yang berpartisipasi dalam Armada Global Sumud, sehingga total yang telah dipulangkan mencapai sekitar 170 orang dari lebih dari 450 aktivis yang ditangkap oleh angkatan laut 'Israel' pekan lalu.

Dalam pernyataannya pada Ahad (5/10/2025), Kemenlu 'Israel' menegaskan bahwa “hak-hak hukum para tahanan dijamin sepenuhnya,” seraya menambahkan bahwa sebagian aktivis menolak menandatangani dokumen deportasi, yang menyebabkan keterlambatan proses kepulangan mereka.

Namun, Pusat Hukum Adalah (Adalah Center) yang mewakili sejumlah aktivis, menyebut sebagian tahanan mengalami perlakuan buruk dan kekerasan fisik selama ditahan, termasuk tidak diberi akses terhadap pengobatan dan obat-obatan.

Lembaga tersebut juga menyoroti kasus seorang aktivis perempuan Muslim yang mengaku dipaksa melepas jilbabnya dan hanya diberikan kaus pengganti.

Juru bicara Kemenlu 'Israel' membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai “kebohongan”, menegaskan bahwa para tahanan “mendapat makanan, air, dan akses untuk berkomunikasi dengan pengacara mereka.”

Pasukan 'Israel' sebelumnya menyita 42 kapal milik armada tersebut pada Rabu malam (1/10) ketika berlayar di perairan internasional menuju Gaza, serta menangkap ratusan aktivis internasional di atas kapal.

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Luar Negeri Yunani mengatakan bahwa duta besarnya telah mengunjungi 27 warga negaranya yang masih ditahan di Israel dan memastikan kondisi mereka “baik,” seraya menambahkan bahwa proses deportasi akan dilakukan pada Senin.

Sementara pemerintah Afrika Selatan menyatakan bahwa delegasinya telah mengunjungi warganya yang ditahan, menggambarkan kondisi mereka “baik dan bersemangat tinggi.”

Senator Amerika Serikat Bernie Sanders juga menyerukan kepada pemerintahan Presiden Donald Trump agar menuntut pembebasan seluruh warga Amerika yang ditahan dalam armada tersebut.

Pada Sabtu (4/10), 137 aktivis dari Turki dan negara lain tiba di Bandara Istanbul setelah dibebaskan, sementara Kementerian Luar Negeri Turki menegaskan bahwa upaya pemulangan warga Turki lainnya masih berlanjut.

Armada Global Sumud yang berangkat pada akhir Agustus lalu merupakan upaya terbaru aktivis internasional untuk menantang blokade laut 'Israel' atas Jalur Gaza, yang selama lebih dari 18 tahun telah menimbulkan bencana kemanusiaan besar, dengan lebih dari 67.000 warga Palestina terbunuh dan puluhan ribu lainnya luka-luka.

Menurut laporan terbaru, armada baru beranggotakan 11 kapal yang membawa relawan medis dan jurnalis sedang bersiap untuk berlayar menuju Gaza dalam upaya lanjutan menembus blokade tersebut. (zarahamala/arrahmah.id)