Memuat...

'Israel' Terus Melanggar Gencatan Senjata, Bombardir Deir Al-Balah Saat WHO Evakuasi Pasien

Zarah Amala
Jumat, 24 Oktober 2025 / 3 Jumadilawal 1447 10:15
'Israel' Terus Melanggar Gencatan Senjata, Bombardir Deir Al-Balah Saat WHO Evakuasi Pasien
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengevakuasi 41 pasien dari Gaza untuk mendapatkan perawatan medis di luar negeri (X)

GAZA (Arrahmah. id) - Artileri 'Israel' kembali menargetkan wilayah timur Deir Al-Balah di Jalur Gaza bagian tengah, meski gencatan senjata masih berlaku dan pihak Perlawanan Palestina telah menegaskan komitmennya untuk mematuhinya, demikian laporan Al-Jazeera.

Dalam waktu yang sama, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengevakuasi 41 pasien dari Gaza untuk mendapatkan perawatan medis di luar negeri.

Di Deir Al-Balah, jenazah 54 warga Palestina yang sebelumnya ditahan oleh pasukan pendudukan 'Israel' telah dimakamkan setelah dilakukan shalat jenazah secara massal.

Jenazah-jenazah itu dipindahkan dari Kompleks Medis Nasser di Khan Yunis menuju makam massal di wilayah tengah Gaza.

Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, hasil pemeriksaan resmi menunjukkan bahwa pasukan pendudukan melakukan pelanggaran berat terhadap para tahanan, termasuk mengeksekusi sebagian di antaranya dengan cara digantung atau ditembak dari jarak dekat.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa pada Rabu (22/10/2025), pihaknya menerima 30 jenazah tambahan yang dikembalikan oleh Israel melalui Palang Merah, sehingga total jenazah yang diserahkan mencapai 195. Banyak di antara jenazah tersebut menunjukkan tanda-tanda penyiksaan berat, seperti bekas pukulan, borgol, dan penutup mata.

Hingga kini, 57 korban telah berhasil diidentifikasi oleh keluarga mereka, sementara 54 jenazah lainnya yang belum teridentifikasi telah dimakamkan di kuburan khusus di wilayah tengah Gaza.

WHO Evakuasi 41 Pasien

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengumumkan pada Kamis (23/10) bahwa 41 pasien dalam kondisi kritis beserta 145 pendamping telah dievakuasi dari Gaza, evakuasi medis pertama sejak gencatan senjata diberlakukan.

Melalui unggahan di X, Tedros menegaskan pentingnya memperluas evakuasi medis, mencatat bahwa sekitar 15.000 orang di Gaza masih menunggu untuk mendapatkan perawatan di luar negeri. Ia juga menyerukan kepada negara-negara lain untuk menunjukkan solidaritas dengan membuka semua jalur yang memungkinkan bagi pemindahan pasien secara aman.

Fase pertama gencatan senjata di Gaza mulai berlaku pada 10 Oktober, di bawah rencana yang diusulkan Presiden AS Donald Trump, yang pemerintahannya secara terbuka mendukung genosida 'Israel' di Jalur Gaza.

Sejak 8 Oktober 2023, perang genosida 'Israel' terhadap Gaza telah menewaskan 68.234 warga Palestina dan melukai 170.373 lainnya, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Sekitar 90 persen infrastruktur sipil Gaza kini hancur total, menjadikannya salah satu kehancuran terburuk sejak Perang Dunia II. (zarahamala/arrahmah.id)