Memuat...

'Israel' Terus Membombardir Gaza dan Hambat Bantuan Kemanusiaan, PBB Angkat Suara

Zarah Amala
Sabtu, 1 November 2025 / 11 Jumadilawal 1447 10:16
'Israel' Terus Membombardir Gaza dan Hambat Bantuan Kemanusiaan, PBB Angkat Suara
Bantuan terbatas masuk ke Gaza. (Foto: via QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Seorang pejabat PBB mengatakan bahwa operasi kemanusiaan di Jalur Gaza masih sangat terhambat “oleh pembatasan yang terus berlangsung” meskipun ada gencatan senjata.

“Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan bahwa peningkatan operasi kemanusiaan terus berjalan di bawah gencatan senjata, namun tetap dibatasi oleh berbagai kendala dan hambatan,” kata Farhan Haq, wakil juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, dalam konferensi pers pada Kamis (30/10/2025).

Meskipun ada gencatan senjata, pasukan 'Israel' terus melakukan penghancuran dan pengeboman besar-besaran di seluruh Gaza, menewaskan tiga warga Palestina dan memperburuk kondisi kemanusiaan yang sudah sangat parah.

OCHA mencatat bahwa konvoi bantuan menghadapi perintah pengalihan rute dari 'Israel' selama tiga hari berturut-turut, memaksa mereka melewati Koridor Philadelphi di sepanjang perbatasan dengan Mesir sebelum bergerak ke utara melalui Jalan Pesisir yang sempit.

“Jalan ini sempit, rusak, dan sangat padat. Pergerakan tetap lambat, bahkan setelah Program Pangan Dunia (WFP) memperbaikinya. Diperlukan lebih banyak jalur lintas dan rute internal untuk memperluas distribusi dan respons,” ujar Haq.

Haq juga mengatakan bahwa UNRWA telah membuka kembali salah satu titik medisnya di Kota Gaza, yang kini memberikan layanan penting bagi keluarga-keluarga di sana. Selain itu, Kantor PBB untuk Layanan Proyek (UNOPS) telah mendistribusikan hampir 210.000 liter bahan bakar ke wilayah Gaza bagian selatan dan utara.

Langkah ini membantu memastikan agar operasi penting seperti air, sanitasi, kesehatan, pangan, pembersihan puing, telekomunikasi, pendidikan, perlindungan, dan logistik kemanusiaan tetap berjalan, jelas Haq.

Dalam laporan situasi terbarunya, OCHA melaporkan bahwa dua toko roti tambahan yang didukung PBB telah kembali beroperasi di Kota Gaza.

“Secara keseluruhan, sekitar 100.000 bundel roti (masing-masing 2 kilogram) kini diproduksi setiap hari di sembilan toko roti di Deir al-Balah dan Khan Yunis, serta 30.000 bundel di delapan toko roti di Kota Gaza,” kata laporan itu.

Sementara itu, UNRWA menegaskan bahwa kemampuannya untuk memulihkan layanan masih terbatas akibat pembatasan yang diberlakukan oleh 'Israel' terhadap masuknya pasokan penting, termasuk peralatan untuk memperbaiki fasilitas yang rusak.

Agensi tersebut juga masih dilarang membawa bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza.

“Namun, stok yang telah diposisikan di luar Gaza mencakup paket makanan untuk 1,1 juta orang, tepung untuk 2,1 juta orang, dan perlengkapan tempat tinggal bagi 1,3 juta orang,” tambah UNRWA.

Kantor Media Pemerintah Gaza pada Jumat mengatakan bahwa otoritas pendudukan 'Israel' tidak mengizinkan masuknya tenda dalam jumlah yang dibutuhkan, padahal lebih dari 300.000 tenda sangat mendesak diperlukan untuk menampung penduduk yang mengungsi.

Dalam pernyataan sebelumnya, kantor tersebut juga mengungkap bahwa sejak dimulainya gencatan senjata pada 10 Oktober, sekitar 7.000 truk telah masuk ke Jalur Gaza, namun hanya 1.500 di antaranya adalah truk bantuan, sementara sisanya adalah truk komersial yang menjual barang kepada warga.

Gencatan senjata yang ditengahi oleh AS mulai berlaku pada 10 Oktober, namun lebih dari 200 warga Palestina telah terbunuh sejak saat itu akibat pelanggaran oleh 'Israel'. (zarahamala/arrahmah.id)