Memuat...

Istri Tentara 'Israel' Sebut Suaminya Kerap Cerita Rumah yang Dihancurkan di Gaza

Hanoum
Rabu, 16 Juli 2025 / 21 Muharam 1447 03:21
Istri Tentara 'Israel' Sebut Suaminya Kerap Cerita Rumah yang Dihancurkan di Gaza
Istri Tentara 'Israel' Sebut Suaminya Kerap Cerita Rumah yang Dihancurkan di Gaza

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Istri seorang tentara 'Israel' yang tewas di Gaza mengatakan setiap hari suaminya pulang dari misi dan memberi tahu jumlah rumah yang dihancurkan pasukan 'Israel'. Ia memberi tahu tentang perkembangan misi di Jalur Gaza.

"Setiap hari ketika kamu pulang dari Gaza untuk tidur di sampingku, kamu akan memberi tahuku berapa banyak rumah yang kamu hancurkan hari ini dan bahwa kamu membuat kemajuan besar dalam misi untuk mengakhiri perang ini," ujar Rut Azulai, istri Abraham Azulai, dikutip dari NDTV (16/7/2025).

"Kamu sudah rela mati hanya untuk mengakhiri perang ini. Kukatakan padamu, akhiri perang ini. Akhiri. Taklukkan Gaza secepat mungkin," tambahnya.

Ia menyebut Abraham adalah sosok luar biasa. Dia memuji tentara 'Israel' sebagai pria hebat.

"Kamu tidak takut pada apa pun. Kamu sangat bahagia dengan misimu. Kamu meyakininya, dan selama itu kamu berusaha meyakinkanku untuk juga meyakininya," tambahnya.

Ia menyebut pejuang kelompok perlawanan Palestina Hamas yang membunuh suaminya sebagai penjahat.

"Hanya ada ruang untuk kehidupan, untuk tawa anak-anak, untuk kegembiraan, untuk keluarga-keluarga Yahudi yang suci, yang hidup untuk hidup, yang tersentuh oleh setiap jengkal tanah ini," katanya.

Ia berjanji akan mewujudkan impian suaminya untuk membangun pertanian di Gaza.

"Kita akan membangun pertanian di sana, dan kita akan tinggal di sana. Aku berjanji padamu, sayang, kau sangat mencintai tanah ini dan bermimpi untuk menempatinya dengan pertanian kita."

Abraham tewas di daerah Khan Yunis di Jalur Gaza yang terkepung. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan pria berusia 25 tahun itu, yang bertugas sebagai operator kendaraan di unit teknik tempur di bawah Komando Selatan IDF, tewas setelah pejuang keluar dari terowongan dan mencoba menculiknya.

Ia menikah tiga bulan lalu dan meninggalkan istri, orang tua, dan saudara kandung.

Perang 'Israel' di Gaza telah memasuki bulan ke-21, dengan lebih dari 58.000 warga Palestina terbunuh sejauh ini dalam invasi darat, serangan udara, dan penembakan baru-baru ini di titik-titik distribusi makanan dan air. (hanoum/arrahmah.id)