Memuat...

JNIM Serang Nigeria untuk Pertama Kalinya, Satu Tentara Tewas

Hanoum
Sabtu, 1 November 2025 / 11 Jumadilawal 1447 05:03
JNIM Serang Nigeria untuk Pertama Kalinya, Satu Tentara Tewas
Jama'at Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM). [Foto: HS Today]

KWARA (Arrahmah.id) -- Kelompok militan yang berafiliasi dengan Al-Qaeda di Sahel mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan seorang tentara di Nigeria tengah pekan ini. Serangan itu menjadi serangan pertama kelompok tersebut di Nigeria

Dalam sebuah video yang diunggah di kanal Telegramnya, seperti dilansir Al Jazeera (30/10/2025), Jama'at Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM) mengatakan pihaknya melancarkan serangan di Negara Bagian Kwara, Nigeria, pada Rabu (29/10) dini hari, menewaskan seorang tentara dan menyita amunisi serta uang tunai.

Sebuah sumber militer Nigeria mengonfirmasi kepada kantor berita Reuters bahwa JNIM telah menyerang tentara yang sedang berpatroli, menewaskan satu tentara. Namun, pihak militer tidak menanggapi permintaan komentar resmi.

JNIM adalah salah satu dari beberapa kelompok militan yang beroperasi di Afrika Barat dan Sahel. Sebelumnya, kelompok ini menyatakan bahwa mereka bertujuan untuk mendirikan kekhilafahan Islam sambil mengusir pemerintahan yang dipengaruhi Barat.

Dibentuk pada tahun 2017, operasi kelompok ini awalnya dimulai di Mali sebelum menyebar ke Burkina Faso dan sebagian Niger. JNIM juga telah melancarkan serangan di wilayah paling utara Ghana, Pantai Gading, Benin, dan Togo.

Baru-baru ini di Mali, JNIM mengumumkan blokade terhadap bahan bakar yang diimpor dari negara-negara tetangga. Hal ini telah melumpuhkan sebagian wilayah negara tersebut dan memaksa sekolah serta universitas ditutup.

Di Burkina Faso pada bulan Mei, kelompok ini melancarkan serangan besar di kota Djibo, menewaskan sekitar 200 tentara, dan tahun lalu menyerang kota Barsalogho, menewaskan 200 warga sipil.

Kemajuan kelompok ini ke Nigeria terjadi ketika pemerintah Abuja telah memerangi pemberontakan terpisah yang dipimpin oleh Boko Haram dan Negara Islam Provinsi Afrika Barat (ISWAP).

Pertempuran selama bertahun-tahun telah menewaskan puluhan ribu orang dan membuat lebih dari dua juta orang mengungsi di wilayah utara negara itu.

Pekan lalu, Presiden Bola Tinubu menunjuk para panglima angkatan baru dalam perombakan besar-besaran kepemimpinan militer negara itu, dengan mengatakan bahwa hal ini dimaksudkan untuk memperkuat keamanan nasional.

Pada hari Kamis, tanpa menyebut nama, Tinubu mengatakan kepada para pemimpin militer yang baru bahwa ia prihatin dengan munculnya kelompok-kelompok bersenjata baru di wilayah utara-tengah, barat laut, dan sebagian wilayah selatan Nigeria.

“Kita tidak boleh membiarkan ancaman-ancaman baru ini berkembang biak. Kita harus tegas dan proaktif. Mari kita hancurkan ular-ular baru ini tepat di kepalanya,” kata Tinubu. (hanoum/arrahmah.id)