Memuat...

Kabul Bantah Klaim Iran dan PBB Tentang Kehadiran Teroris di Afghanistan

Hanin Mazaya
Sabtu, 23 Agustus 2025 / 30 Safar 1447 15:20
Kabul Bantah Klaim Iran dan PBB Tentang Kehadiran Teroris di Afghanistan
Kabul Bantah Klaim Iran dan PBB Tentang Kehadiran Teroris di Afghanistan

KABUL (Arrahmah.id) - Imarah Islam Afghanistan telah menepis kekhawatiran negara-negara anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai keberadaan ISIS, Al-Qaeda, dan kelompok teroris lainnya di Afghanistan sebagai hal yang tidak berdasar.

Wakil juru bicara Imarah Islam menekankan bahwa negara-negara ini tidak boleh mencoba menggambarkan Afghanistan sebagai negara yang tidak stabil tanpa memberikan bukti dan dokumentasi, lansir Tolo News (23/8/2025).

Hamdullah Fitrat menyatakan: “Kepada semua pihak yang menyatakan kekhawatiran terkait hal ini, kami sampaikan bahwa mereka tidak boleh mencoba menggambarkan Afghanistan sebagai negara yang tidak stabil tanpa bukti dan alasan. Klaim ini tidak berdasar. Pertanyaan kami adalah: Siapa yang diuntungkan dengan menyebarkan kekhawatiran ini tanpa bukti dan alasan? Alih-alih melakukan ini, mereka seharusnya mencoba memahami realitas Afghanistan yang ada.”

Sebelumnya, perwakilan tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, dalam sebuah pernyataan langka selama pertemuan Dewan Keamanan PBB, mengklaim bahwa beberapa elemen kelompok teroris internasional telah dipindahkan dari Suriah ke Afghanistan.

Amir Saeid Iravani menekankan bahwa masalah ini menimbulkan ancaman langsung terhadap negara-negara tetangga Afghanistan dan stabilitas regional.

Ia menyatakan: “Terdapat kekhawatiran serius berdasarkan laporan kredibel yang menunjukkan bahwa beberapa elemen teroris dan militan asing telah dipindahkan dari Suriah ke Afghanistan, yang menimbulkan ancaman langsung terhadap negara-negara tetangga Afghanistan dan stabilitas regional. Kami menekankan bahwa semua negara harus sepenuhnya mematuhi hukum internasional dalam memerangi segala bentuk terorisme.”

Edris Mohammadi Zazai, seorang analis politik, memiliki pandangan serupa: “Di Suriah, 'Israel', atau Yaman, di mana isu-isu tertentu telah meningkat, dan bahkan insiden di dalam Iran sendiri, Iran memiliki andil dalam semua ini, bukan Afghanistan.”

Pernyataan yang jarang diungkapkan oleh perwakilan Iran di PBB tentang pemindahan elemen kelompok teroris dari Suriah ke Afghanistan ini muncul setelah menteri luar negeri negara itu juga menegaskan kembali sehari sebelumnya bahwa, menurut Teheran, syarat-syarat pengakuan Imarah Islam Afghanistan belum terpenuhi.

Abbas Araghchi mengidentifikasi masalah keamanan perbatasan sebagai salah satu hambatan untuk mengakui Imarah Islam. (haninmazaya/arrahmah.id)