Memuat...

Kampanye Pelarangan Rupee Diluncurkan di Nangarhar

Hanin Mazaya
Selasa, 11 Maret 2025 / 11 Ramadan 1446 16:03
Kampanye Pelarangan Rupee Diluncurkan di Nangarhar
Kampanye Pelarangan Rupee Diluncurkan di Nangarhar

NANGARHAR (Arrahmah.id) - Para pejabat lokal di provinsi Nangarhar telah mengumumkan peluncuran sebuah kampanye untuk mencegah penggunaan rupee Pakistan di daerah-daerah lain di provinsi ini.

Mereka menambahkan bahwa untuk membatasi peredaran mata uang Pakistan, sebuah komisi gabungan yang terdiri dari berbagai institusi telah dibentuk, yang bertujuan untuk menghilangkan penggunaan rupee dan mempromosikan mata uang Afghanistan sepenuhnya.

Di beberapa distrik di Nangarhar, transaksi menggunakan rupee Pakistan telah dilarang. Namun, penduduk di distrik Momand Dara, Dur Baba, Spin Ghar, Nazyan, Ghani Khel, Achin, dan Lal Pur masih melakukan perdagangan terbatas dengan menggunakan rupee, lansir Tolo News (11/3/2025).

“Di provinsi Nangarhar, di bawah kepemimpinan gubernur, kami telah membentuk sebuah komite untuk mempromosikan mata uang Afghanistan di distrik-distrik di mana rupee masih beredar. Tujuan kami adalah untuk mempertahankan nilai mata uang nasional kami dan memastikan bahwa semua transaksi dilakukan dalam mata uang Afganistan,” kata Azizullah Mustafa, wakil gubernur Nangarhar.

Penduduk Nangarhar mendesak Imarah Islam Afghanistan untuk mencegah transaksi menggunakan mata uang asing dan mengambil tindakan hukum terhadap para pelanggar.

“Dari Torkham hingga distrik Bati Kot, rupee Pakistan digunakan hampir di semua tempat. Ketika kami melakukan pembayaran, kami meminta afghani, tetapi sebagai gantinya, kami menerima rupee, yang tidak berguna bagi kami,” kata Mohammad Khan, seorang penduduk Nangarhar.

“Di beberapa distrik di Nangarhar, rupee masih beredar. Kami ingin praktik ini dihentikan, dan keputusan pemerintah dalam hal ini merupakan langkah yang baik,” ujar Haroon Bacha, seorang penduduk Nangarhar.

“Kami harus melakukan transaksi harian kami dalam mata uang Afganistan. Hal ini tidak hanya menguntungkan perekonomian negara tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas keuangan. Permintaan kami kepada pemerintah adalah untuk mengambil tindakan hukum terhadap mereka yang menggunakan rupee untuk bertransaksi,” ujar Mustafa, seorang penduduk Nangarhar.

Komisi untuk Mencegah Penggunaan Rupee Pakistan dan Mempromosikan Mata Uang Afghanistan telah memutuskan bahwa semua orang yang menggunakan rupee harus mengonversi akun mereka ke mata uang Afghanistan sebelum tanggal 30 Hamal 1404 (tahun matahari). Jika tidak, tindakan serius akan diambil terhadap mereka.  (haninmazaya/arrahmah.id)